Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hidden Disease, Prof Katrin dari Jerman ingin UPT RC Jadi pusat Screening Pendengaran di Gresik

Novia Andriyani • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 00:04 WIB
KELUARGA : kedatangan Prof. Dr. Med. Katrin Neumann dari Universitas Munster Jerman disambut hangat oleh Innik Hikmatin,S.Pd.,M.PdI selaku Kepala UPT Resource Centre Gresik bersama para bunda hebat
KELUARGA : kedatangan Prof. Dr. Med. Katrin Neumann dari Universitas Munster Jerman disambut hangat oleh Innik Hikmatin,S.Pd.,M.PdI selaku Kepala UPT Resource Centre Gresik bersama para bunda hebat

GRESIK - Prof. Dr. Med. Katrin Neumann dari Universitas Munster Jerman dan Prof. Dr. Med Vet Peter Bottcher dari University of Leipzig, Jerman yang merupakan Profesor Bidang Phoniatris dan Audiologi Anak berkunjung pada hari Senin (14/08) di UPT Resource Centre (RC) Kabupaten Gresik dan disambut secara langsung oleh Innik Hikmatin SPd MPdI selaku kepala UPT, namun sayangnya Prof. Peter Bottcher berhalangan hadir dan akan dijadwalkan pada pelatihan berikutnya.

Hadirnya Prof. Katrin (Sapaan Akrabnya) Dalam rangka memberikan edukasi mengenai Implementation Of Newborn Hearing Screening Programs - The WHO Perspective Of Preventing Deafness and Hearing Loss karena saat ini UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT Resource Centre) Dinas Pendidikan Gresik telah menjadi Hearing Communication Centre (HCC) yang ada di kabupaten Gresik dan telah bekerjasama dengan Departemen kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Bedah kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

 “Saya sangat terpukau, ternyata di Gresik memiliki UPT Resource Centre yang berfokus menangani anak berkebutuhan Khusus dan Disabilitas termasuk dengan Gangguan Pendengaran.” Ujar Prof. Kattrin  

Dalam presentasinya, Prof.Katrin Memaparkan Berdasarkan literasi Wilson pada tahun 2017, Gangguan pendengaran menempati urutan ke-11 Penyebab Disabilitas Paling Umum di tahun 2010, dan Alasan Paling Umum ke-4 di tahun 2013/2015.

“Hal tersebut Terutama disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, penuaan, tetapi bisa juga karena infeksi, serta alokasi sumber daya yang tidak memadai yang menjadikan gangguan pendengaran ini sebagai Hidden Disease atau Penyakit Tersembunyi” Ujar Prof. katrin.

 Baca Juga: UPT Resource Center Gresik Perkenalkan Mengaji Amakasa Model AmLaBa

Bersumber dari WHO (World Health Organization), Seseorang yang tidak dapat mendengar dengan pendengaran normal pada ambang pendengaran 20 dB atau lebih di kedua telinga dapat dikatakan mengalami gangguan pendengaran. Hal Ini dapat mempengaruhi satu telinga atau kedua telinga yang menyebabkan kesulitan dalam mendengar sehingga menghambat proses informasi bahasa.

“Gangguan pendengaran bawaan merupakan salah satu gangguan pendengaran yang paling umum terjadi dan gangguan pendengaran Permanent Childhood Hearing Loss (PCHL) dapat terjadi pada 2 hingga 3 dari 1000 bayi baru lahir dengan sekitar 50% disebabkan oleh genetik.” Ujar prof katrin dalam Presentasinya.

berdasarkan data WHO (2016),  60% gangguan pendengaran pada anak-anak dapat dicegah.

“Rekomendasi dari WHO, New Born And Infant Hearing Screening (NIHS) sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia 1 bulan, dan penegakan diagnosis sebelum usia 3 bulan serta diterapi sebelum usia 6 bulan. Screening lebih dini akan lebih efektif dalam pembiayaan daripada saat terlambat tertangani” Ujar Prof katrin

 Baca Juga: Apresiasi UPT Resource Centre, Pemkab bakal Buka di Tiga Wilayah

Berdasarkan bukti jangka panjang dari studi longitudinal berbasis populasi bahwa bayi yang dilakukan screening pendengaran atau NIHS dikaitkan dengan usia rata-rata yang lebih rendah di mana PCHL didiagnosis dan dirawat pada saat jalur pendengaran masih dapat diakses secara fisiologis dengan baik untuk pengobatan dapat meningkatkan hasil secara signifikan bagi bayi yang menerima perawatan tepat waktu.

“Sehingga, screening tidak hanya dilakukan kepada bayi beresiko saja tetapi juga semua bayi sebelum berusia 1 bulan dan screening pendengaran dikatakan sukses apabila lebih dari 95% bayi di daerah tersebut berhasil dilakukan pemeriksaan pendengaran. Dan saya Ingin UPT RC menjadi pusat screening pendengaran di Kabupaten Gresik” pungkas Prof. Ketrin (Nov/Han)

Editor : Hany Akasah
#gresik #pendengaran #RC #Resource Centre #screening