Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Duka, Dua Jamaah Haji Asal Gresik Meninggal Dunia di Madinah dan Surabaya

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
PROSESI : Jenazah jamaah haji asal Gresik meninggal di Madinah dan Surabaya.
PROSESI : Jenazah jamaah haji asal Gresik meninggal di Madinah dan Surabaya.

Advertisement

RADAR GRESIK – Suasana duka menyelimuti pemberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Gresik. Kantor Kementerian Haji dan umroh (Kemenhaj) Kabupaten Gresik mengonfirmasi dua orang jamaah haji asal wilayah tersebut meninggal dunia, yakni satu jamaah saat berada di Madinah dan satu lainnya saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus, mengungkapkan bahwa jamaah yang meninggal di Madinah adalah Mustikan Rajim Diman (75). Almarhum merupakan jamaah yang tergabung dalam Kloter 47 SUB, rombongan 7, dari KBIH MWCNU Dukun.

Advertisement

Mustikan dilaporkan meninggal dunia saat menginap di Grand Plaza Al Madina Hotel, Madinah, sebelum sempat diberangkatkan menuju Makkah untuk melaksanakan puncak haji. Almarhum berangkat ke Tanah Suci bersama istri, anak kandung, serta menantunya.

"Saat berangkat kondisi kesehatan beliau dalam keadaan baik dan tidak memiliki keluhan sakit. Kami cukup terkejut karena beliau meninggal secara tiba-tiba," ujar Lulus, Selasa (12/5/2026).

Selain Mustikan, kabar duka juga datang dari jamaah bernama Titin yang tergabung dalam Kloter 43. Almarhumah dilaporkan meninggal dunia di RSUD Haji Surabaya saat masa pemberangkatan.

Terkait hak-hak jamaah yang meninggal dunia sebelum melaksanakan puncak ibadah haji, pihak Kemenag memastikan keduanya akan mendapatkan asuransi dan layanan badal haji.

Adapun poin-poin hak jamaah memiliki asuransi, dimana Almarhum akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayarkan, yakni sekitar Rp60.645.000, yang akan ditransfer langsung ke rekening jamaah.

Selain itu juga pelaksanaan ibadah haji kedua almarhum akan diwakilkan (dibadalkan). Proses badal haji ini dikoordinir sepenuhnya oleh Kementerian Agama RI melalui petugas yang ditunjuk secara resmi di Tanah Suci.

"Untuk badal haji, pusat yang memfasilitasi dan menunjuk siapa yang akan membadalkan. Bukan didampingi langsung oleh keluarga yang ikut berangkat, karena itu kewenangan pusat," pungkas Lulus. (jar/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Obati Rindu Kampung Halaman, Racikan Kopi Makju Sidayu Jadi Bekal Favorit Jamaah Haji Gresik

Obati Rindu Kampung Halaman, Racikan Kopi Makju Sidayu Jadi Bekal Favorit Jamaah Haji Gresik

Tradisi membawa bekal khas daerah saat menunaikan ibadah haji sudah menjadi pemandangan lazim bagi warga Kabupaten Gresik. Menariknya, selain makanan kering, racikan kopi legendaris dari Warkop Makju di Desa Ngawen, Keca

Cegah Insiden, Jemaah Haji Gresik Dilarang City Tour Sebelum Puncak Armuza

Cegah Insiden, Jemaah Haji Gresik Dilarang City Tour Sebelum Puncak Armuza

Jamaah haji asal Kabupaten Gresik secara tegas diimbau untuk tidak melaksanakan kegiatan ziarah maupun city tour sebelum menuntaskan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuza).

Perkuat Ekonomi Rakyat, Ning Lia Dorong Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keuangan Dampingi UMKM Jatim

Perkuat Ekonomi Rakyat, Ning Lia Dorong Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keuangan Dampingi UMKM Jatim

RADAR GRESIK  – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer