Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Predikat WBBM, Rutan Gresik Lakukan Studi Tiru ke Lapas Kelas I Malang

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
STUDI TIRU: Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, beserta jajaran saat melakukan peninjauan di Lapas Kelas I Malang sebagai bagian dari upaya penguatan pembangunan Zona Integritas menuju WBBM. (Yudhi/Radar Gresik)
STUDI TIRU: Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, beserta jajaran saat melakukan peninjauan di Lapas Kelas I Malang sebagai bagian dari upaya penguatan pembangunan Zona Integritas menuju WBBM. (Yudhi/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus berakselerasi dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas.

Sebagai langkah strategis menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), jajaran Rutan Gresik melaksanakan studi tiru ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. 

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, dengan memboyong 13 anggota Tim Pembangunan Zona Integritas. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, beserta jajaran pejabat strukturalnya.

Dalam studi tiru ini, tim Rutan Gresik menyisir berbagai unit layanan publik yang menjadi ikon keberhasilan Lapas Malang. Fokus utama tinjauan meliputi ruang layanan kunjungan yang menerapkan konsep humanis dan modern, yang dinilai mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dan warga binaan.

Tak hanya layanan publik, rombongan juga meninjau sektor bimbingan kerja (Bimker) yang produktif, di antaranya budidaya jamur dan anggrek, kerajinan tangan (handycraft) dan seni lukis, serta bengkel otomotif, konveksi, hingga unit jahit dan kunjungan ke Museum Lowok Waroe sebagai sarana edukasi sejarah pemasyarakatan.

Advertisement

Agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam di ruang rapat Lapas Kelas I Malang. Kedua satuan kerja saling bertukar strategi terkait mitigasi risiko, pengelolaan inovasi, serta penguatan tata kelola organisasi agar selaras dengan standar reformasi birokrasi.

Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, mengaku terkesan dengan ekosistem kerja yang telah terbangun di Lapas Malang. Menurutnya, banyak aspek yang bisa diadaptasi untuk diterapkan di Rutan Gresik.

“Kami terkesan dengan berbagai inovasi dan program unggulan di sini. Kunjungan ini memberikan referensi sekaligus motivasi kuat bagi tim kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi di Rutan Gresik,” tegas Eko, Senin (11/5).

Eko juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan jajaran Lapas Kelas I Malang dalam berbagi ilmu. Ia berharap hasil dari studi tiru ini dapat segera diimplementasikan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel semakin kuat, sehingga predikat WBBM dapat segera kita raih,” pungkasnya. (yud/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Wujudkan Rutan Bersih, Rutan Gresik Gelar Ikrar Zero Halinar dan Tes Urine Massal

Wujudkan Rutan Bersih, Rutan Gresik Gelar Ikrar Zero Halinar dan Tes Urine Massal

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Pada Jumat (8/5), jajaran Rutan Gresik menggelar Apel Ikrar Zero Halinar (Ha

Perkuat Tata Kelola, Rutan Gresik Ikuti Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026

Perkuat Tata Kelola, Rutan Gresik Ikuti Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas performa organisasi melalui partisipasi aktif dalam Rapat Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I Tahun 2026 yang dige

Menyalakan Harapan dari Balik Jeruji: Damar Kurung Jadi Jalan Warga Binaan Rutan Gresik Jaga Budaya

Menyalakan Harapan dari Balik Jeruji: Damar Kurung Jadi Jalan Warga Binaan Rutan Gresik Jaga Budaya

Di sebuah ruang sederhana di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, suasana siang itu terasa berbeda. Tangan-tangan yang biasanya terbatasi jeruji besi, kini sibuk merangkai bilah bambu dan menempelkan kert

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer