Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM 2026, Rutan Gresik Luncurkan Inovasi SIGAP SEHAT dan SADEWA

RADAR GRESIK — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus melakukan transformasi pelayanan publik dengan meluncurkan dua inovasi unggulan, yaitu SIGAP SEHAT dan SADEWA.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan Zona Integritas demi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026 mendatang.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang agar pelayanan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif.
Baca Juga: Disdukcapil Gresik Sasar Rutan, Pastikan Warga Binaan Miliki NIK Valid untuk Akses Layanan Dasar
Salah satu pilar utamanya adalah SIGAP SEHAT (Sistem Integrasi Gerak Aktif Pelayanan Sehat), sebuah layanan jemput bola di mana petugas medis poliklinik berkeliling setiap hari ke blok hunian untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan.
Melalui pendekatan proaktif ini, petugas dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan tanpa menunggu warga binaan datang ke poliklinik. Terkait hal tersebut, Eko Widiatmoko menekankan pentingnya akses medis yang merata di dalam rutan.
"Melalui sistem ini, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan penyakit, konsultasi medis, hingga pemberian obat secara langsung," ujar Eko pada Rabu (29/4).
Selain fokus pada kesehatan internal, Rutan Gresik juga meluncurkan SADEWA (Satu Solusi dengan WhatsApp). Layanan digital ini memungkinkan masyarakat luas untuk mengakses pendaftaran kunjungan online, mengurus administrasi seperti surat jaminan, hingga melakukan pengaduan hanya melalui pesan singkat.
Tak hanya itu, pihak Rutan juga memberikan kelonggaran durasi kunjungan dari 15 menit menjadi 20 menit serta memperpanjang masa pendaftaran online hingga H-4 sebelum jadwal pertemuan.
Eko Widiatmoko menegaskan bahwa seluruh perubahan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Rutan Gresik dalam membangun budaya kerja yang profesional dan humanis.
Ia optimis bahwa transparansi dan kemudahan akses akan meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.



