Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Pelayanan dan Pembinaan Rutan Gresik

RADAR GRESIK – Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Laksda TNI (Purn) Paulus Rahmad Wahyudi, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kamis (22/10).
Kunjungan ini digelar untuk meninjau secara langsung kondisi fasilitas, kualitas pelayanan publik, serta efektivitas program pembinaan bagi warga binaan.
Kedatangan Paulus Rahmad Wahyudi disambut hangat oleh Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, beserta jajaran pejabat struktural dan petugas rutan. Rangkaian peninjauan menyasar sejumlah area vital, mulai dari kelayakan sarana dapur, bengkel bimbingan kerja (bimker), hingga area blok hunian warga binaan.
Baca Juga: Perketat SOP dan Koordinasi Lintas Instansi, Rutan Gresik Kawal 23 Tahanan Jalani Sidang di PN
Peninjauan lapangan ini bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana penunjang, pelaksanaan pelayanan operasional harian, serta program reintegrasi sosial berjalan sesuai standar penjaminan mutu. Aspek kebersihan lingkungan, ketertiban, pemenuhan hak dasar, hingga dukungan sarana pembinaan menjadi poin prioritas pengawasan.
Saat berada di blok hunian, Paulus berdialog interaktif dengan sejumlah warga binaan guna menyerap aspirasi dan mendengarkan masukan terkait pemenuhan layanan selama masa penahanan.
Sesi dialog langsung ini menjadi sarana evaluasi objektif untuk mengukur kualitas pelayanan dari sudut pandang warga binaan sekaligus memastikan kondisi keamanan area hunian dalam keadaan kondusif.
Baca Juga: Bantu Pekerja Punya Rumah Layak, BPJS Ketenagakerjaan Gresik Sosialisasi MLT ke 300 Karyawan
Sementara itu, inspeksi di area dapur dilakukan untuk memastikan higienitas pengolahan dan ketercukupan gizi makanan harian. Adapan saat meninjau area bengkel kerja, Paulus mengapresiasi program pembinaan kemandirian, salah satunya kerajinan pembuatan songkok yang menjadi sarana warga binaan mengasah keterampilan produktif bernilai ekonomi.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan harus berjalan selaras dengan penyediaan program pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan seluruh standar pelayanan di Rutan Gresik tidak sekadar memenuhi regulasi teknis, tetapi memberikan manfaat dan perhatian humanis yang layak bagi warga binaan,” terang Dhimas, Jumat (23/10).
Baca Juga: Perkuat Layanan Bersih dan Transparan, Rutan Kelas IIB Gresik Jalani Verifikasi APBI Madya
Dhimas menjelaskan, jajarannya berkomitmen memelihara lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif agar para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan optimal. Pembinaan vokasional dinilai krusial sebagai bekal adaptasi saat warga binaan kembali ke masyarakat.



