Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Iduladha 2026, Lapak Pedagang Hewan Kurban di Gresik Masih Sepi

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Lapak: Suasana salah satu titik penjualan hewan kurban. Dispertan Gresik terus melakukan pengawasan kesehatan ternak guna menjamin kelayakan hewan kurban tahun 2026. (Ist/Radar Gresik)
Lapak: Suasana salah satu titik penjualan hewan kurban. Dispertan Gresik terus melakukan pengawasan kesehatan ternak guna menjamin kelayakan hewan kurban tahun 2026. (Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Aktivitas pedagang hewan kurban musiman di Kabupaten Gresik terpantau masih sepi meski Hari Raya Iduladha 1447 H kian dekat. Berdasarkan kalender, hari besar umat Islam tersebut jatuh pada 27 Mei 2026, atau kurang dari dua pekan lagi.

Hingga awal Mei, jumlah lapak pedagang yang mendaftarkan diri ke Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik tercatat masih jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lokasi yang biasanya sudah dipenuhi hewan kurban, seperti kawasan PPS Suci dan sepanjang jalur menuju GKB, saat ini masih belum menunjukkan aktivitas signifikan.

Advertisement

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Gresik, drh. Viki Mustofa, mengungkapkan bahwa saat ini baru ada dua lapak pedagang yang secara resmi terdaftar di dinas. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok hewan kurban tetap tersedia melalui peternak lokal.

“Sejauh ini yang mendaftar lapak baru sekitar dua, yakni di Kecamatan Cerme dan Kebomas. Namun, untuk titik penjualan di kandang-kandang peternak, kami sudah mendata ada sekitar 62 lokasi,” jelas Viki, Senin (11/5).

Pihaknya memprediksi jumlah lapak akan terus bertambah seiring semakin dekatnya hari pelaksanaan kurban.

"Biasanya memang lebih banyak dari itu, mungkin karena masih awal jadi para pedagang belum mulai membuka lapak di pinggir jalan," imbuhnya.

Kabar baik bagi masyarakat Gresik, Dispertan memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di wilayahnya saat ini dalam kondisi aman. Hingga pertengahan 2026 ini, belum ditemukan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat mewabah pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai langkah preventif, Dispertan terus menggenjot vaksinasi. Hingga April 2026, tercatat sudah 10.000 hewan ternak yang mendapatkan vaksinasi PMK. Targetnya, angka ini akan naik menjadi 20.000 menjelang Idul Adha.

"Untuk vaksinasi kami pastikan aman dan tidak memengaruhi kualitas daging. Meskipun hewan divaksin hari ini lalu besok disembelih, dagingnya tetap aman dikonsumsi," tegas Viki.

Berkaca pada pengalaman akhir 2024 hingga awal 2025 di mana kasus PMK sempat melonjak, tahun ini kondisi dinilai jauh lebih terkendali. Peternak juga semakin selektif dalam memilih hewan yang akan dijual untuk kurban.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

DPRD Gresik Jamin Tak Ada Zonasi Baru dalam Pembahasan RTRW hingga 2046

DPRD Gresik Jamin Tak Ada Zonasi Baru dalam Pembahasan RTRW hingga 2046

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gresik memastikan tidak akan ada perubahan maupun penambahan zonasi baru dalam pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik. Jaminan ini mencakup zona

Kejar Predikat WBBM, Rutan Gresik Lakukan Studi Tiru ke Lapas Kelas I Malang

Kejar Predikat WBBM, Rutan Gresik Lakukan Studi Tiru ke Lapas Kelas I Malang

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus berakselerasi dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas. Sebagai langkah strategis menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), jajaran Rutan Gresi

Petani Gresik Diingatkan Ancaman Maut Setrum Tikus, Pemkab dan PLN Turun Langsung ke Sawah

Petani Gresik Diingatkan Ancaman Maut Setrum Tikus, Pemkab dan PLN Turun Langsung ke Sawah

Dinas Pertanian Kabupaten Gresik menggandeng PT PLN (Persero) UP3 Gresik turun langsung ke tengah sawah mengampanyekan gerakan pertanian aman tanpa setrum tikus. Sosialisasi digelar di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer