Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ada 15 Siswa MTs Korban Kekerasan, Bu Min Minta Kepsek Diproses Hukum

Hany Akasah • Jumat, 6 Januari 2023 | 12:00 WIB
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah meminta oknum yang melakukan penganiayaan tersebut dicopot dari jabatannya dan diproses secara hukum. (Ist./Radar Gresik)
Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah meminta oknum yang melakukan penganiayaan tersebut dicopot dari jabatannya dan diproses secara hukum. (Ist./Radar Gresik)
GRESIK - Kasus penganiayaan yang dilakukan Kepala Sekolah (kepsek) di lembaga pendidikan swasta di Desa Pongangan Kecamatan Manyar akhirnya meluas. Ternyata, dari kasus tersebut dilaporkan ada 15 siswa yang mendapat kekerasan dari kepala sekolah di lembaga pendidikan tersebut. Atas kasus tersebut, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah meminta oknum yang melakukan penganiayaan tersebut dicopot dari jabatannya dan diproses secara hukum.

"Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Sebagai efek jera pelaku pemukulan harus diberikan sanksi secara administratif maupun hukum," tegas Bu Min (sapaan akrabnya).

Orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Gresik itu menyampaikan, di era keterbukaan informasi pola pendidikan dengan model kekerasan tidak layak lagi dilakukan. Sebab, saat ini segala tindakan yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya akan mudah diketahui oleh publik. "Pola pendidikan dengan cara-cara yang keras sudah tidak bisa dilakukan di era saat ini," imbuhnya.



Meski demikian, Bu Min berharap agar persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai pendidik Bu Min juga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan jika diminta pihaknya siap menjadi mediator antara oknum kepala sekolah dengan para wali murid. "Semoga kasus ini menjadi yang terakhir di Gresik," pungkasnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gresik, Masfufah membenarkan jika pemukulan siswi kelas 9 dilakukan oleh Kepala sekolah dari lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Pongangan itu.

"Begitu menerima laporan kami langsung melakukan klarifikasi dengan kepala madrasah," tegas Masfufah.

Tidak berhenti disitu, Kemenag juga tengah merencanakan melakukan pemanggilan terhadap pengurus yayasan untuk meminta penjelasan mengapa hal ini bisa terjadi. Meski demikian Masfufah enggan menceritakan detail hasil dari pertemuan dengan terduga pelaku pemukulan.



Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik, Iptu Hepi Reza memastikan jika laporan dugaan pemukulan terhadap siswi belum ada di mejanya. "Saya sudah mencari berkasnya belum ada," kata Iptu Hepi.

Pada bagian lain, Kanit Reskrim Polsek Manyar Iptu Joko Supriyanto mengaku jika salah satu wali murid melaporkan persoalan pemukulan ini kepada Polsek Manyar. Bahkan Joko menyebut ada 15 siswi yang dipukul oleh AN. "Kepala sekolah itu memanggil 15 siswi itu. Kemudian mereka dimasukkan ke ruangan dan disuruh berbaris. Setelah berbaris, mereka dipukul di bagian kepala," kata Iptu Joko.

Baca juga : Pukul Siswi sampai Pingsan, Guru MTS di Pongangan Dipolisikan

Dalam kejadian itu, empat siswi diketahui pingsan setelah dipukul kepala sekolah. Namun Salah satu korban yang tidak pingsan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban yang lain. "Ada empat siswi yang pingsan setelah dipukul di bagian kepalanya," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#Aminatun Habibah #BU MIN #sekolah ramah anak #wakil bupati gresik #Kekerasan anak