Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tradisi Lebaran Ketupat di Gresik, Rantang dan Tembang Jawa Meriahkan Surak Iyo di Randuagung

Hany Akasah • Senin, 7 April 2025 | 02:52 WIB
SEMARAK: Rantang berjejer menunggu dibagikan berbagai macam kuliner khas lebaran ketujuh yang dibagikan warga Randuboyo kepada anak-anak yang mengikuti tradisi Surak Iyo.
SEMARAK: Rantang berjejer menunggu dibagikan berbagai macam kuliner khas lebaran ketujuh yang dibagikan warga Randuboyo kepada anak-anak yang mengikuti tradisi Surak Iyo.

RADAR GRESIK - Lebaran Ketupat di Gresik menjadi puncak perayaan yang dinanti sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gresik. Salah satunya di Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, kemeriahan Lebaran Ketupat disemarakkan dengan tradisi unik bernama "Surak Iyo".

Sejak pagi buta, sekitar pukul 06.00 WIB, anak-anak Dusun Randuboyo bersemangat mengikuti tradisi turun-temurun tersebut. Mereka membawa berbagai wadah, mulai dari rantang, timba, hingga gayung, sebagai "senjata" untuk berkeliling kampung. Langkah kaki riang mereka menyusuri setiap sudut dusun, menghampiri rumah demi rumah dalam rangka memeriahkan Lebaran Ketupat.

Sembari menjinjing wadah masing-masing, suara riuh rendah anak-anak melantunkan tembang Jawa khas "Surak Iyo". Syair lagu yang sederhana namun penuh makna itu terdengar kompak dan ceria, menggema di sepanjang jalanan kampung.

"Surak iyo pager jaro kembang gubis, Ucha Uqi ojo nangis-nangis nek nangis dikemplang linggis, surak iyo pager jaro kembang dara, Ucha Uqi ojo lara-lara nek lara oleho tamba, surak yo pager jaro kembang pacar, nek mari podo buyar," teriak warga.

Lebih dari sekadar kegembiraan bagi anak-anak, tradisi Surak Iyo membawa berkah tersendiri. Selain mendapatkan limpahan makanan khas Lebaran seperti lontong, ketupat, sayur, lepet, dan opor ayam, wajah-wajah polos mereka semakin sumringah ketika para penghuni rumah dengan senang hati membagikan uang.

"Senang karena dapat ketupat ya dapat uang," ujar Aufar Marzuqi Ilmi.

Siswa SD NU Nurul Islah Randuagung Gresik itu berbinar-binar menunjukkan hasil "buruannya".

Bagi sebagian warga yang kini tinggal di luar Randuboyo, momen Lebaran Ketupat dan tradisi Surak Iyo menjadi daya tarik tersendiri untuk kembali ke kampung halaman.

Hendra Kartika Yudha, salah satu cucu Almarhum Mansyur, rela datang pagi-pagi dari Desa Bunder Gresik bersama anak-anaknya demi ikut serta dalam kemeriahan ini.

"Senang dengan tradisi ini, saling kenalan dengan warga yang tinggal di rumah kakek nenek," ungkap Hendra dengan antusias.

Tradisi Surak Iyo bukan hanya sekadar melestarikan warisan budaya yang diyakini sudah ada sejak zaman Sunan Giri, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan antar warga Kampung Randuboyo.

Kemeriahan Lebaran Ketupat dengan tradisi uniknya tidak hanya dirasakan di Dusun Randuboyo. Di beberapa desa lain di Gresik, suasana serupa juga terlihat. Di Desa Suci, misalnya, warga menggelar tradisi "Udik-udikan" atau berebut uang receh yang dibagikan oleh para penghuni rumah.

Sementara itu, di Desa Kauman, kehangatan Lebaran Ketupat diwujudkan melalui kegiatan saling berkunjung antar tetangga. Suasana kebersamaan begitu terasa, di mana warga dari berbagai latar belakang, baik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, non-muslim, hingga warga keturunan Arab, semua turut berbaur dan berbahagia dalam balutan budaya dan tradisi yang kaya ini.

Tradisi "Surak Iyo" dan berbagai tradisi Lebaran Ketupat lainnya di Gresik menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya tetap hidup dan terjaga di tengah modernitas. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya silaturahmi dan kehangatan hubungan antar sesama. (*)

 

Editor : Hany Akasah
#surak iyo #lebaran #Randuboyo #jawa #gresik #ketupat #Randuagung #tembang