RADAR GRESIK - Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik resmi diresmikan, Senin (3/6). Peresmian ini menandai 8 tahun dedikasi BPJS Kesehatan dalam melayani masyarakat di Kabupaten Gresik dan Lamongan.
Hadir dalam peresmian berbagai pejabat penting, termasuk Deputi Direksi Wilayah 7 BPJS Kesehatan, Arif Syaifudin, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.
Gedung baru ini, terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Nomor 39 Kebomas, merupakan bukti komitmen BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pesertanya.
Pj. Gubernur Adhy mengatakan, dengan diresmikannya kantor cabang Gresik BPJS kesehatan tentunya menjadi salah satu pelecut untuk semakin meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur.
“Dengan adanya kantor baru BPJS Kesehatan cabang Kabupaten Gresik ini, diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih mudah, optimal, responsif, nyaman dan cepat kepada masyarakat,” ujar Adhy.
Dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern dan digitalisasi termasuk layanan JKN Mobile, Pandawa, dan Call Center, gedung ini diharapkan dapat memberikan pengalaman serta pelayanan yang lebih mudah dan nyaman bagi para peserta.
Deputi Direksi Wilayah 7 BPJS Kesehatan Arif Syaifudin menyampaikan bahwa program JKN telah memasuki tahun ke-10 dan telah mencapai banyak kemajuan. Di Kabupaten Gresik, 100% penduduknya telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan mencapai 88,1%, jauh melebihi rata-rata nasional dan Jawa Timur.
"Kami terus berupaya meningkatkan jejaring akses kesehatan. Saat ini, sudah ada 81 Faskes tingkat pertama, 22 faskes tingkat lanjutan di Gresik, dan 18 Faskes tingkat lanjutan di Lamongan,"terangnya.
Lebih lanjut, Arif juga mencanangkan gerakan transformasi mutu layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masa depan.
"Kami ingin memberikan pelayanan yang mudah dan cepat bagi para peserta" jelas Arif.
Ditambahkan Adhy, upaya yang dilakukan ialah wajib memprioritaskan alokasi BPJS Kesehatan di tiap-tiap kabupaten/kota bagi yang terdaftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) di luar kendali pusat.
"Kedua, mendukung pemerintah daerah, melalui indikator bupati atau wali kota yang bisa menyelesaikan kewajiban UHC, yakni universal health coverage," ucapnya.
Salah satu contohnya, lanjutnya, ialah Kabupaten Gresik yang sudah mencapai 100 persen dan secara tidak langsung akan menjadi pemicu bagi kabupaten/kota lainnya yang belum mencapainya.
Sementara itu Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyambut baik peresmian gedung baru ini dan berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
"Selamat dan sukses kepada BPJS Kesehatan, baik untuk masyarakat Gresik, Lamongan, dan sekitarnya," ujarnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan , Prof. dr. Ali Ghufron Mukti berharap sinergi antara BPJS dan Pemkab Gresik dapat menjadikan warga semakin sehat.
"Selain memberikan pelayanan kesehatan, kami berharap melalui puskesmas, Pemkab Gresik melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sosialisasi ini akan meliputi edukasi tentang olahraga, kebersihan lingkungan, dan makanan bergizi, terutama di wilayah pesisir yang sebagian besar masyarakatnya mudah terkena hipertensi," tambah dr. Ali.
Hal senada diungkapkan Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, juga menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan atas dedikasinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Kami secara tidak langsung memonitor kinerja BPJS Kesehatan yang semakin modern," ujar Adhy.
"Tentu, kita sama-sama berkomitmen untuk melaksanakan UU Nomor 20 Tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional. Kami berusaha agar setiap warga negara mendapat perlindungan dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan,"ujar Adhy.
Peresmian Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah dan prima bagi masyarakat. Dengan komitmen dan sinergi dari semua pihak, diharapkan program JKN dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. (rir/han)
Editor : Hany Akasah