RADAR RESIK – Gelombang kepulangan santri menjelang Lebaran 2026 mulai terasa di Kabupaten Gresik. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik secara resmi telah memulai program penjemputan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) besar di Jawa Timur sejak akhir Januari lalu.
Program yang menjadi inisiatif unggulan Bupati dan Wakil Bupati Gresik sejak tahun 2022 ini, direncanakan akan terus berlangsung hingga mendekati H-3 Lebaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan para santri bisa pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan terkoordinasi.
Ratusan Santri Sudah Tiba Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik, Suhartono, mengungkapkan bahwa hingga 10 Februari 2026, tercatat sebanyak 158 santri telah difasilitasi kepulangannya.
Jumlah tersebut mencakup santri yang tinggal di daratan Gresik maupun mereka yang harus melanjutkan perjalanan ke Pulau Bawean.
"Mekanismenya, pihak pondok mengajukan jumlah santri. Kami siapkan armada sesuai kebutuhan, mulai dari Elf untuk jumlah kecil, bus medium, hingga bus besar jika santrinya di atas 40 orang," jelas Suhartono, Rabu (11/2).
Sejumlah pondok pesantren besar sudah terjadwal kepulangannya. Di antaranya, santri dari Ponpes Lirboyo Kediri yang telah dijemput pada akhir Januari, disusul santri Pondok Modern Gontor pada akhir pekan lalu, serta santri Ponpes Sidogiri Pasuruan pada awal pekan ini.
Titik Penurunan dan Efisiensi Jalan Untuk memudahkan koordinasi, Dishub Gresik menetapkan titik penurunan santri di Wisma Semen dan Masjid Ahmad Dahlan (Terminal Bunder).
Khusus bagi santri asal Pulau Bawean, armada bus akan mengantar langsung hingga ke Pelabuhan Gresik untuk menyesuaikan jadwal kapal.
Suhartono menambahkan, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata Pemkab Gresik untuk meringankan beban ekonomi wali santri. Di sisi lain, penggunaan bus massal dianggap sangat efektif menekan kemacetan dan risiko kecelakaan di jalan raya.
"Bayangkan jika ribuan santri dijemput sendiri-sendiri oleh keluarganya, beban jalan akan luar biasa berat. Dengan satu bus, kita bisa mengurangi puluhan kendaraan pribadi di jalanan," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah