Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Banjir Gresik Rendam 12 Desa, Pemprov Jatim Turun Gunung Cek Kondisi Rumah Warga

Fajar Yuliyanto • Rabu, 11 Juni 2025 | 10:06 WIB
Turun Gunung : Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Adhy Karyono meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Gresik Selatan.
Turun Gunung : Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Adhy Karyono meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Gresik Selatan.

Balongpanggang – Sebanyak 12 desa di Kecamatan Benjeng, Gresik, masih terdampak banjir luapan Kali Lamong hingga Selasa (10/6) sore. Air yang menggenangi permukiman warga dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono meninjau langsung lokasi banjir di Desa Bulurejo, Benjeng. Didampingi sejumlah kepala dinas, Adhy berjalan kaki menembus genangan menuju gang-gang pemukiman yang berada di dataran rendah. Ia juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.

“Saya lihat di Benjeng ada 12 desa yang terendam. Curah hujan tinggi di Mojokerto dan Jombang memperparah situasi. Tanggul di sini memang rendah. Kami sedang berupaya memperlancar saluran anak Sungai Kali Lamong agar banjir cepat surut. Biasanya 4-5 hari, sekarang mudah-mudahan bisa surut dalam sehari,” ujar Adhy.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tengah menyiapkan pembangunan tanggul parapet serta kolam retensi tambahan di sejumlah titik untuk mereduksi debit air yang masuk kawasan pemukiman.

“Dalam waktu dekat, begitu air surut, akan dibuat tanggul buatan semi permanen. Tujuannya, mencegah limpahan air melampaui tanggul,” jelasnya.

Untuk pembangunan tanggul parapet, proses pembebasan lahan masih berlangsung. Sedangkan pembangunan kolam retensi sudah dianggarkan Pemprov Jatim. Saat ini, tanggul parapet dan kolam retensi telah terbangun di wilayah Cerme. Rencana berikutnya, satu kolam retensi tambahan akan dibangun di wilayah Cermen, Kecamatan Kedamean.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik dr Asluchul Alif juga turun ke lapangan memantau banjir Kali Lamong pada Senin (9/6) malam. Ia menyalurkan bantuan dan memastikan kesiapsiagaan layanan darurat di wilayah Balongpanggang.

Didampingi Kepala BPBD Gresik Sukardi dan Muspika Balongpanggang, Alif meninjau sejumlah desa terdampak, mulai dari Desa Dapet di perbatasan Mojokerto hingga Desa Sekarputih.

“Banjir mulai masuk sejak pagi tadi. Pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder telah mempersiapkan berbagai kebutuhan warga, mulai dari dapur umum, perahu evakuasi, hingga tim medis untuk penanganan kegawatdaruratan,” ungkap Alif.

Ia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah, mengingat derasnya arus banjir kali ini.

“Arus air cukup deras, bahkan lebih tinggi dari banjir sebelumnya. Kami minta warga berhati-hati, tidak keluar rumah jika tidak perlu. Anak-anak juga harus diawasi ketat agar tidak bermain di area banjir,” pesannya. (jar/fir)

Editor : Cak Fir
#gresik #Desa #Pemprov jatim #Kalilamong #Banjir