RADAR GRESIK - Badan Pembentukan (Bapem) Perda DPRD Gresik kembali melanjutkan pembahasan Ranperda Perubahan Perda 9/2021 tentang Penyertaan Modal Perumda Giri Tirta. Ini setelah perusahaan air bersih tersebut menyerahkan rencana bisnis (renbis).
Ketua Bapem Perda DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan ranperda ini sebenarnya sudah lama diusulkan pemerintah.
"Namun karena Perumda Giri Tirta tidak kunjung menyerahkan renbis mak pembahasannya ditunda," ujar Ketua Bapem Perda DPRD Gresik Khoirul Huda.
Ia menjelaskan, renbis tersebut sangat penting untuk memastikan kinerja Perumda Giri Tirta untuk melayani masyarakat berjalan baik.
"Kami belum berbicara pengembangan bisnis Perumda Giri Tirta. Kami masih fokus memperbaiki layanan kepada masyarakat," kata Ketua Bapem Perda DPRD Gresik Khoirul Huda.
Selain itu, untuk meningkatkan keuntungan pihaknya meminta agar Giri Tirta bisa memaksimalkan pelayanan kepada perusahaan.
"Misalnya JIIPE. Perumda Giri Tirta harus menjalin komunikasi agar bisa masuk kesana," terangnya.
Selain itu, kepada perusahaan lain yang saat ini menggunakan air bawah tanah. Kalau Giri Tirta bisa melayani pasti sangat banyak.
"Karena penggunaan air bawah tanah oleh perusahaan harus ada rekomendasi Perumda Giri Tirta," tandas Ketua Bapem Perda DPRD Gresik Khoirul Huda.
Ia menambahkan, proses pembahasan masih perlu waktu yang panjang. Pasalnya, harus menghitung penyertaan modal yang mencapai Rp 113 miliar.
"Nilai Rp 113 miliar ini sumbernya dari World Bank, APBN dan APBD. Dari APBD nilainya Rp 66 miliar," terangnya.
Sedangkan dari APBN berupa pembangunan jaringan hingga reservoir yang telah dilakukan Dinas Cipta Karya.
"Ini pun masih harus ada perhitungan. Terkait nilai asetnya berapa," pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Bapemperda DPRD Gresik Muhammad mengatakan pihaknya meminta agar Perumda Giri Tirta bisa menekan kerugian perusahaan yang mencapai Rp 39,2 miliar di tahun 2023.
Kerugian terbesar tingkat kehilangan air yang mencapai 38,4 persen. "Belum termasuk kerugian lainnya yang banyak bersumber dari tata kelola perusahaan," kata dia.
Tentunya, penyertaan modal tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah. Meski demikian, mantan Dirut Perumda Giri Tirta tersebut itu mewanti-wanti agar perusahaan tidak menaikkan tarif berlangganan kepada masyarakat.
"Harus optimis untuk bisa menjajaki pelanggan dari industri. Apalagi pertumbuhan investasi sangat pesat," pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq