RADAR GRESIK - Sudah lama, Danik Sekar Arum, menyukai melukis di atas tubuh. Kini, perempuan 25 tahun itu pun menemukan passionnya dalam seni tato. Perjalanannya tak mulus, karena sering terhalang oleh keterbatasan waktu. Bahkan Danik rela meninggalkan pekerjaannya demi menggeluti bidang yang sangat disukainya.
“Kesempatan datang ketika saya ditawari untuk belajar tato langsung oleh salah satu pengusaha tato Gresik. Setelah beberapa bulan belajar, Saya memiliki inisiatif untuk membuat tato temporary bagi orang-orang yang menyukai seni di tubuh mereka tetapi takut jarum,”terang Danik.
Dalam membuat karya tato temporer, Danik memanfaatkan bahan seperti yang digunakan untuk menggambar henna dan hanya memiliki ketahanan yang sebentar.
“Selain itu saya juga tertarik menciptakan karya yang lebih tahan lama. Misalnya, memanfaatkan Jagua ink, tinta yang terbuat dari buah genipa dan dapat bertahan hingga 2-3 minggu. Selain tato temporary, Saya juga terkadang melayani tato permanen di rumah maupun secara homecare,”ujarnya.
Salah satu pengalaman berkesan Danik adalah ketika ia dipercaya untuk menggambar tato langsung di tubuh seseorang untuk pertama kalinya. Ia juga pernah diundang untuk membuka henna tato di Acara konser SOD di Surabaya selama dua hari.
Seperti profesi lainnya, tato memiliki suka dan dukanya. Danik berbagi pengalamannya saat diundang acara pop-up di luar kota dan homecare. Ia menempuh perjalanan jauh membawa banyak barang. Perjalanan yang melelahkan dan cuaca yang panas hujan tidak menyurutkan semangatnya.
“Saya sering menerima hadiah dan curhatan dari pelanggan yang menjadikan tato permanen sebagai pelampiasan diri,” pungkasnya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah