Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Nguri-Nguri Eksistensi Damar Kurung Sebagai Warisan Budaya

Riri Masfardian • Selasa, 11 Juni 2024 | 18:38 WIB
Oleh : Ardhiya Rokhma Fadla Auliya, S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muahmmadiyah Malang
Oleh : Ardhiya Rokhma Fadla Auliya, S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muahmmadiyah Malang

RADAR GRESIK - Damar kurung, atau lampu damar kurung, adalah jenis lampu tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara dan India. Selain fungsinya sebagai sumber cahaya, damar kurung juga memiliki signifikansi budaya dan sosial yang mendalam.

Aspek sosial yang paling menarik dari damar kurung adalah perannya dalam mempromosikan interaksi sosial. Damar kurung digunakan sebagai titik pertemuan bagi orang-orang untuk berkumpul dan berbagi cerita, berita, dan tradisi. Hal ini membantu memperkuat ikatan sosial dan mempromosikan rasa komunitas.

Pada proses pengembangan damar kurung, tentu diperhatikan kaidah-kaidah penciptaan. Dalam proses pewarnaannya, warna cerah digunakan dengan kontras antara objek dan background untuk menegaskan objek utama.

Damar kurung bukan sekedar lampu tradisional. Damar kurung memiliki makna budaya dan sosial yang mendalam dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Damar kurung juga merupakan contoh seni tradisional yang indah dan memiliki nilai estetika tinggi.

Lampu ini digunakan sebagai simbol kebahagiaan, kegembiraan, kedamaian, harapan, dan keberuntungan. Damar kurung sering digunakan dalam berbagai upacara adat seperti pernikahan, kelulusan, dan acara keagamaan, termasuk Idul Fitri dan Natal. Lampu ini juga digunakan sebagai hiasan untuk rumah, jalan-jalan, tempat umum, kendaraan, dan dekorasi lainnya.

Globalisasi dan perkembangan teknologi membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya. Di Indonesia, dua fenomena ini membawa dampak negatif terhadap pelestarian budaya lokal, terutama bagi generasi muda.

Pertama, globalisasi dan teknologi dapat menggeser nilai-nilai budaya dan nasionalisme generasi muda. Dampak negatif ini dapat dilihat pada contoh lampion damar kurung di Gresik. Lampion damar kurung tradisional yang terbuat dari bambu dan kertas minyak, yang merupakan ikon budaya Gresik, mengalami penurunan permintaan karena lampion modern yang terbuat dari plastik dan menggunakan lampu LED. Hal ini berdampak pada industri lampion di Gresik, yang mengakibatkan kehilangan pekerjaan dan penurunan pendapatan bagi para pengrajin lampion tradisional.

Kedua, perkembangan internet dan media sosial membawa generasi Z semakin terpapar dengan informasi dan tren global. Hal ini dapat membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh budaya asing dan melupakan budaya lokal. Generasi Z cenderung lebih nyaman dengan dunia digital dan kurang memprioritaskan mempelajari budaya lokal.

Pelestarian budaya damar kurung di Gresik bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Damar kurung, sebagai bagian integral dari budaya lokal selama berabad-abad, menjadi simbol identitas dan warisan yang unik bagi generasi penerus.

Pelestarian seni budaya dimasyarakat merupakan upaya penting agar dapat menjaga keberlangsungan dan warisan budaya suatu masyarakat. Damar kurung adalah contoh budaya tradisional dari Gresik yang unik dan berharga yang harus dijaga pelestariannya agar tidak punah.Cara pelestarian damar kurung bisa dilakukan seperti mengadakan pameran, festival, pertunjukan, mengenalkan atau mengajarkan kepada generasi muda. Dengan melestarikan dan memperhatikan budaya dapat dipastikan identitas lokal dan nilai budaya tetap hidup dan berkembang serta masyarakat memiliki rasa bangga telah mewarisi budaya tersebut.

Oleh : Ardhiya Rokhma Fadla Auliya, S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik 

 Universitas Muahmmadiyah Malang

(*)

Editor : Hany Akasah
#Damar Kurung #UMM #gresik #Opini #universitas muhammadiyah malang