Kota – Sedikitnya 20 lapak pedagang kaki lima (PKL) berbahan kayu yang berdiri di atas jalur saluran pipa gas di kawasan depan Pelabuhan Gresik dibongkar. Pembongkaran dipimpin langsung Branch Manager Sub Holding Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik, Sutopo, bersama aparat gabungan dari TNI, Polri, KPLP, dan Satpol PP Pemkab Gresik.
Proses pembongkaran berlangsung tertib tanpa adanya perlawanan dari para pedagang. Bahkan, sejumlah pemilik lapak secara sukarela membongkar sendiri bangunannya dengan dibantu petugas gabungan di lokasi.
BM SPMT Gresik, Sutopo menyampaikan, penertiban dilakukan karena keberadaan lapak dinilai membahayakan keselamatan. Pasalnya, bangunan berdiri tepat di atas jalur saluran pipa gas di area pelabuhan.
“Selain faktor keselamatan karena berdiri di atas jalur pipa gas, kami juga ingin kawasan depan Pelabuhan Gresik terlihat lebih tertata, bersih, dan rapi,” ujarnya di sela kegiatan pembongkaran.
Ia menegaskan, sebelum penertiban dilakukan pihak manajemen telah memberikan sosialisasi dan surat peringatan kepada para pedagang sebanyak tiga kali.
“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan surat peringatan hingga tiga kali. Alhamdulillah para pedagang memahami kondisi tersebut sehingga proses pembongkaran berjalan lancar dan kondusif,” tambahnya.
Rata-rata lapak yang dibongkar merupakan tempat berjualan makanan dan kuliner malam hari yang selama ini beroperasi di kawasan depan pelabuhan.
Sementara itu, petugas Satpol PP Pemkab Gresik turut membantu pengamanan dan proses penertiban agar berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.
Editor : Cak Fir