RADAR GRESIK – Sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memantau kesejahteraan petani, Babinsa Koramil Duduksampeyan melakukan pemantauan intensif terhadap produksi serta harga gabah.
Kegiatan ini dilakukan melalui Komunikasi Sosial (Komsos) langsung di lokasi penggilingan atau selepan padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Senin (12/1).
Langkah ini diambil untuk memastikan data produksi pangan di tingkat desa tercatat dengan akurat sekaligus memantau fluktuasi harga yang terjadi di pasar lokal.
Dalam kunjungannya, Sertu Abdul Rokhim berdialog langsung dengan pemilik selepan untuk menggali informasi mengenai produktivitas lahan pertanian milik warga desa pada musim tanam kali ini.
“Melalui komunikasi langsung dengan pemilik selepan padi, kami memperoleh informasi mengenai jumlah hasil panen padi warga, termasuk perkiraan produksi dalam satuan ton. Data ini sangat penting untuk memetakan ketersediaan stok pangan di wilayah Duduksampeyan,” ujar Sertu Abdul Rokhim.
Selain jumlah produksi, fokus utama kegiatan ini adalah memantau perkembangan harga jual gabah dari petani serta harga beli yang ditetapkan oleh pemilik selepan. Hal ini bertujuan untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak merugikan pihak petani sebagai produsen utama.
Sertu Abdul Rokhim menjelaskan bahwa terjun langsung ke lapangan merupakan metode pembinaan teritorial yang efektif.
Dengan berinteraksi langsung, TNI dapat memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara nyata, terutama di sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi utama di Desa Tambakrejo.
“Data yang kami kumpulkan akan menjadi dasar pelaporan dan koordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan kendala atau lonjakan harga yang tidak wajar. Kami ingin memastikan sektor pertanian di wilayah binaan tetap sehat,” tambahnya.
Pihak Koramil berharap melalui kegiatan rutin ini, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat desa semakin kuat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kokoh di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Kami berharap petani merasa didampingi, sehingga tercipta semangat untuk terus meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah