RADAR GRESIK – Timnas Indonesia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 0-0 oleh Lebanon dalam laga FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (8/9) malam. Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan, skuad Garuda gagal menembus pertahanan rapat tim tamu.
Di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, Timnas Indonesia tampil menekan sejak awal laga. Berbagai serangan dilancarkan dari sisi sayap, dengan Miliano Jonathans dan Stefano Lilipaly menjadi motor serangan. Bahkan, di babak pertama, penguasaan bola Indonesia mencapai 74%, menunjukkan dominasi penuh.
Namun, disiplinnya lini belakang Lebanon membuat setiap peluang Indonesia mentah. Upaya tembakan dari Lilipaly dan sundulan dari Mauro Zijlstra masih belum menemui sasaran.
Timnas Lebanon yang lebih banyak bertahan hanya sesekali melancarkan serangan balik yang mudah dipatahkan oleh barisan belakang Indonesia yang dikomandoi Jay Idzes dan Kevin Diks.
Di babak kedua, Kluivert mencoba menambah variasi serangan dengan memasukkan beberapa pemain, termasuk Marselino Ferdinan dan pemain debutan Adrian Wibowo dari Los Angeles FC. Namun, perubahan ini belum mampu membongkar pertahanan Lebanon yang tampil solid.
Peluit panjang dibunyikan, skor imbang 0-0 tidak berubah. Meski gagal meraih kemenangan, Patrick Kluivert tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya.
"Saya pikir sepanjang laga menunjukkan kami mendominasi permainan, segala lini menjalankan skema sesuai yang saya terapkan," ujar Kluivert dalam konferensi pers usai laga.
Hasil ini menjadi bekal bagi Indonesia sebelum menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di mana mereka akan berjumpa lawan-lawan tangguh seperti Arab Saudi dan Irak. (rir/han)
Editor : Hany Akasah