RADAR GRESIK - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai 'pembunuh diam-diam' karena jarang menunjukkan gejala, namun dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah di arteri secara konsisten berada di atas ambang normal, umumnya di atas 140/90 mmHg.
Pada usia produktif (18-64 tahun), hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor gaya hidup, termasuk:
- Stres berlebihan.
- Konsumsi garam, gula, dan lemak secara berlebihan.
- Kebiasaan merokok.
- Obesitas. dan
- Konsumsi alkohol.
Meskipun sering tidak menimbulkan gejala, beberapa tanda yang mungkin muncul adalah sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, dan sesak napas. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Mencegah hipertensi dimulai dari mengendalikan faktor-faktor risiko dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan:
- Pola Makan Sehat: Kurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta perbanyak buah dan sayur.
- Aktivitas Fisik: Berolahraga secara rutin.
- Manajemen Stres: Kelola stres dengan baik.
- Hindari Rokok dan Alkohol: Jauhi kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
- Cek Berkala: Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah proaktif untuk menekan angka hipertensi. Mereka mempromosikan perilaku "CERDIK" (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres) dan "PATUH" (Periksa rutin, Atasi penyakit, Tetap diet sehat, Upayakan aktivitas fisik, Hindari asap rokok dan alkohol) sebagai panduan hidup sehat.
Selain itu, pemerintah memperkuat layanan kesehatan seperti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) dan meningkatkan akses masyarakat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki faktor risiko hipertensi, seperti kurangnya konsumsi sayur dan buah (95,5%) dan kurangnya aktivitas fisik (35,5%).
Oleh karena itu, diperlukan partisipasi aktif dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Menerapkan gaya hidup sehat bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga upaya kolektif untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman hipertensi. (ale/han)
Editor : Hany Akasah