RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap para penggerak sosial keagamaan.
Memasuki bulan suci Ramadan, bantuan tunai disalurkan kepada ribuan marbot, penjaga makam, dan guru ngaji di seluruh wilayah Kabupaten Gresik sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka, Senin (9/3).
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Gresik, Choirul Arif, menjelaskan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan santunan uang tunai sebesar Rp 200 ribu. Program ini menjangkau sasaran yang sangat luas dengan total penerima mencapai 9.475 orang.
“Total penerima di seluruh Kabupaten Gresik terdiri dari 1.788 marbot, 1.205 penjaga makam, dan 6.482 guru ngaji,” papar Arif, Senin (9/3).
Program ini merupakan bagian dari pilar Nawa Karsa Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif, khususnya yang tertuang dalam visi Gresik Segar.
Sejak kepemimpinan Gus Yani, pemberian santunan ini telah menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan guna memberikan apresiasi nyata kepada mereka yang menjaga harmoni sosial dan keagamaan di desa-desa.
Penyaluran bantuan secara simbolis diawali dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, yang menyasar 328 penerima. Langkah ini kemudian dilanjutkan secara maraton ke kecamatan lain seperti Menganti, Cerme, Kedamean, hingga Wringinanom.
Demi menjaga transparansi dan ketepatan sasaran, Dinsos Gresik menggandeng PT Pos Indonesia dalam proses distribusinya.
“Kami berharap bantuan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, bahkan nilainya bisa ditingkatkan sebagai bentuk penghargaan kepada profesi yang sangat mulia tersebut,” imbuh Arif.
Di sisi lain, Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menekankan bahwa intervensi bantuan sosial ini juga menjadi salah satu instrumen penekan angka kemiskinan di Kota Pudak.
Berdasarkan data makro, angka kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif dengan penurunan dari 10,32 persen pada tahun 2024 menjadi 9,95 persen pada tahun 2025.
“Kami berharap kegiatan seperti ini memberikan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus membantu konsistensi penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik,” pungkas dr. Ummi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah