Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dishub Gresik Terapkan Kantong Parkir Ngawen, Sukses Urai Kemacetan Pantura

Fajar Yuliyanto • Senin, 3 November 2025 | 22:34 WIB
SUASANA: Petugas Dishub Gresik yang mengarahkan truk untuk masuk ke Ngawen, Kecamatan Sidayu Gresik. (DOK/RADAR GRESIK)
SUASANA: Petugas Dishub Gresik yang mengarahkan truk untuk masuk ke Ngawen, Kecamatan Sidayu Gresik. (DOK/RADAR GRESIK)

RADAR GRESIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik terus berinovasi mengurangi kepadatan di Jalan Pantura Gresik.

Upaya terbaru adalah dengan memberlakukan jam larangan operasional untuk angkutan barang atau truk yang melintas di ruas Sidayu hingga exit tol Manyar Gresik, sekaligus mengalihkan kendaraan ke kantong parkir (tempat penampungan sementara) di Ngawen, Kecamatan Sidayu.

Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana (TKPP) Dishub Gresik, Femmy Husada, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan ganda, yakni mengurangi kemacetan parah dan menekan risiko kecelakaan di jalan vital tersebut.

Femmy merinci jam larangan operasional untuk truk yang diberlakukan setiap har. Dimana pada pagi hari pukul 05.00 WIB sampai 08.00 WIB dan pada sore hari pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB

“Dengan diberlakukan jam operasional untuk angkutan barang atau truk ke kantong parkir Ngawen, tujuannya untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi resiko kecelakaan di jalan pantura tersebut,” kata Femmy, Senin (3/11).

Efektivitas Kantong Parkir

Berdasarkan data yang dicatat Dishub, kebijakan kantong parkir ini menunjukkan hasil signifikan dalam mengurai kepadatan lalu lintas.

Menurut Femmy, rata-rata 20 truk per jam yang dialihkan pada pagi hari sangat membantu kelancaran arus. Jika truk-truk ini dibiarkan melintas pada jam sibuk, laju kendaraan menuju exit tol Manyar bisa terhambat hingga 40 menit. Padahal, jarak normal 18 kilometer dari Ngawen ke Manyar seharusnya dapat ditempuh hanya dalam waktu 20 menit.

“Dengan sistem kantong parkir, kita bisa menghemat waktu perjalanan 20 menit lebih cepat dan mengurangi potensi macet serta risiko kecelakaan,” imbuhnya.

Femmy menjelaskan, kondisi jalan yang rata-rata hanya memiliki lebar 7 meter per arah sangat tidak memadai untuk menampung barisan panjang truk dengan lebar rata-rata 2,5 meter, apalagi jika bercampur dengan arus kendaraan pribadi, mobil antar-jemput sekolah, dan hambatan perlintasan warga.

Ke depan, Femmy berharap fasilitas di kantong parkir Ngawen dapat ditingkatkan, termasuk penambahan lantai paving yang lebih luas dan perbaikan sistem drainase.

“Kami berharap untuk kedepan semoga ada kantor parkir di wilayah selatan sehingga bisa mengurangi potensi kemacetan dan resiko kecelakaan,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#NGAWEN #kemacetan #gresik #manyar #kantong parkir #Dishub