Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

DPRD Gresik Bakal Panggil PT Linde Pasca-Insiden Hujan Debu di Desa Roomo, Soroti Kurangnya Pemeliharaan

Fajar Yuliyanto • Kamis, 31 Juli 2025 | 20:47 WIB
MENINJAU : Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdul Hamdi saat meninjau di tempat terdampak di desa Roomo Gresik
MENINJAU : Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdul Hamdi saat meninjau di tempat terdampak di desa Roomo Gresik

RADAR GRESIK – DPRD Gresik akan segera memanggil manajemen PT Linde Gresik menyusul insiden hujan debu yang menyelimuti Desa Roomo, Kecamatan Manyar, pada Selasa malam (29/7). Debu yang diduga berasal dari kebocoran fasilitas perusahaan itu menyebabkan keluhan warga, bahkan empat orang di antaranya harus mendapat penanganan medis.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil PT Linde untuk hearing dalam waktu dekat. "Insyaallah dalam satu atau dua hari ini akan kami panggil PT Linde untuk hearing terkait dengan kejadian ini," kata Hamdi saat dikonfirmasi pada Kamis (31/7/2025).

Hamdi mengungkapkan bahwa ia telah meninjau langsung lokasi terdampak pada Rabu pagi (30/7/2025). Meskipun hujan debu sudah tidak terjadi, sisa-sisa partikel putih masih terlihat jelas di jalanan.

"Waktu saya turun tadi pagi ke lapangan itu sudah tidak ada hujan debunya. Tapi bekas yang ada di tanah itu masih ada. Itu yang saya rasakan. Karena di situ tempat industri jelas terasa, apalagi tadi malam pasti lebih kenceng ya rasanya," ujarnya.

Ia menekankan betapa krusialnya pemeliharaan rutin terhadap fasilitas industri guna mencegah kejadian serupa. Hamdi mengingatkan seluruh perusahaan di Kabupaten Gresik untuk melakukan maintenance secara berkala demi menjamin keselamatan lingkungan sekitar.

"Kami berharap semua perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik melakukan maintenance secara berkala terhadap mesin dan pabriknya. Ini penting untuk memastikan kondisi selalu aman dan tidak membahayakan warga sekitar," imbuhnya.

Selain itu, Hamdi juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk lebih aktif memantau kualitas udara dan sistem pengelolaan emisi di kawasan industri.

 

Selain masalah debu, Hamdi juga menyoroti minimnya komunikasi dan kontribusi sosial dari PT Linde terhadap warga sekitar. "Kami dapatkan informasi dari Pak Sekdes dan Pak Lurah, memang selama ini tidak ada komunikasi antara warga dengan PT Linde. Artinya yang berdekatan langsung dengan perusahaan itu CSR-nya belum pernah dirasakan," tegasnya.

Sebelumnya, dalam mediasi yang digelar Selasa malam (29/7), warga dan pemerintah desa akhirnya mendapatkan pengakuan dari pihak perusahaan. Sekretaris Desa Roomo, Achmad Zainul, mengatakan bahwa PT Linde mengakui partikel debu yang menyebar berasal dari fasilitas mereka. Masyarakat pun menuntut adanya kompensasi serta tanggung jawab sosial yang selama ini dinilai tidak pernah diberikan.

"Tadi malam mediasi kita bikin surat perjanjian. Di situ PT Linde mengakui bahwa sumbernya berasal dari sana. Partikelnya namanya perlt. Dan masyarakat minta kompensasi atas kejadian tersebut. Dan minta tanggung jawab sosial lingkungannya PT Linde ke desa. Karena selama ini tidak pernah. Mulai dari BOC sampai ganti PT Linde enggak pernah ada tanggung jawab sosial lingkungannya. Bina lingkungan saja tidak ada. Biasanya cuma ngasih kambing dua kecil saat kurban," ucap Zainul, menggambarkan minimnya kontribusi sosial perusahaan.

Baca Juga: Saksikan Penandatanganan MoU di Lampung, Menteri Nusron Ajak Tokoh Agama Kawal Sertifikasi Tanah Wakaf

Zainul juga menyampaikan bahwa warga mulai merasakan dampak langsung secara fisik. Empat orang bahkan harus mendapat penanganan medis. "Semalam ada empat orang dibawa rumah sakit yang dikeluhkan tiga itu tadi ada yang sesak napas, ada mata perih, ada yang kulit gatal," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Roomo #manyar #PT Linde #DPRD GRESIK