Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Strategi Gus Yani Berdayakan Perempuan Gresik, Unggulkan Program Bunda Puspa Agar Jadi Inspirasi Nasional

Hany Akasah • Senin, 20 Mei 2024 | 18:39 WIB
PEMBEKALAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberi sambutan dalam pembekalan Tim Pelaksana Bunda Puspa Tahun 2024 di Gresik.
PEMBEKALAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberi sambutan dalam pembekalan Tim Pelaksana Bunda Puspa Tahun 2024 di Gresik.

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam upaya pemberdayaan perempuan dalam berbagai sektor perlu diacungi jempol.

Melalui Bunda Puspa, Pemkab Gresik optimistis menjadi program pembedayaan perempuan yang mampu menurunkan tingkat kemiskinan di seluruh juru Kota Santri.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, 2024 sudah tahun ketiga pelaksanaan program Bunda Puspa di Kabupaten Gresik.

Dimana, setiap tahun lokus untuk desa maupun kecamatannya berbeda. Tahun ini, ada delapan desa yang dijadikan lokus. 

Diantaranya, Desa Campurejo Kecamatan Panceng, Desa Wadeng Kecamatan Sidayu, Desa Bungah Kecamatan Bungah, Desa Duduksampeyan Kecamatan Duduksampeyan, Desa Dadapkuning Kecamatan Cerme.

Lalu, Desa Randupadangan Kecamatan Menganti, Kelurahan Karangturi Kecamatan Gresik dan Desa Pongangan Kecamatan Manyar.

"Bunda Puspa adalah strategi atau unggulan dalam RPJMD dimana dalam Gresik Seger, upaya pemerintah untuk pemberdayaan perempuan. Program sangat dahsyat dan saya harap menjadi konsetrasi dinas KBP3A," kata Bupati Gresik.

Menurutnya, selain program PKH Inklusi yang menjadi unggulan Pemkab Gresik, Bunda Puspa bisa menjadi trigger percontohan nasional dalam upaya pemberdayaan perempuan rentan, kaum disabilitas dan lansia. 

Maka dari itu, substansi pemberdayaan perempuan melalui Bunda Puspa adalah peningkatan kemampuan para perempuan sehingga bisa menjadi freedom dalam segala hal. Mulai dari bebas kelaparan, ketidakberdayaan hingga finansial.

"Bunda Puspa harus mampu mencetak emak-emak kuat yang bebas dari kelaparan, ketidakbedayaan hingga finansial," kata Gus Yani. 

Gus Yani juga berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu berkolaborasi dan berstrategi untuk menyukseskan program Bunda Puspa.

 

"Alumni Bunda Puspa harus terus dimonitor yang terakhir di tahun 2024 lalu. Kalau sudah lulus, alumni Kader Bunda Puspa harus bisa menjadi bagian dari Diskoperindag sehingga bisa mandiri dan terus mengembangkan usahanya," katanya.

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Gresik Nur Rahmad Yani mengaku bersiap untuk mengawal program Bunda Puspa agar perempuan di Gresik berdaya dan mandiri. 

"Nanti bisa kolaborasi , misal butuh pendampingan HIPMI siap mengawal sehingga nanti bisa terintegrasi di segala sektor," kata Yayan sapaan Nur Rahmad Yani. (han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #gresik #Desa #gus yani #bunda puspa #PEREMPUAN #BUPATI