RADAR GRESIK – Sebuah drama mengharukan mewarnai keberangkatan mudik gratis di Kabupaten Gresik pada Kamis (19/3). Sepasang suami istri (pasutri) asal Situbondo nyaris kehilangan kesempatan pulang kampung setelah tertinggal bus rombongan.
Beruntung, kesigapan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik berhasil menyelamatkan momen lebaran mereka melalui aksi pengejaran yang dramatis.
Peristiwa ini bermula ketika bus mudik gratis tujuan Situbondo diberangkatkan dari halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tepat pukul 07.30 WIB.
Baca Juga: Pantau Jalur Mudik Secara Digital, Satlantas Polres Gresik Tertibkan Angkutan Barang di Bunder
Namun, karena kendala di perjalanan menuju lokasi kumpul, pasutri tersebut baru tiba pukul 08.15 WIB. Raut wajah lemas dan kebingungan nampak jelas saat mereka mendapati area parkir bus sudah kosong melompong.
Melihat kondisi tersebut, petugas Satlantas yang berjaga di lokasi tidak tinggal diam. Atas instruksi langsung dari Kapolres Gresik, anggota kepolisian segera bertindak cepat.
Tanpa membuang waktu, pasutri tersebut diminta naik ke mobil Patroli dan Pengawalan (Patwal) untuk melakukan pengejaran terhadap bus yang sudah melaju jauh.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi melintasi perbatasan kota hingga memasuki jalur bebas hambatan. Berkat koordinasi yang intens melalui alat komunikasi radio di lapangan, bus rombongan akhirnya berhasil diidentifikasi dan diminta menepi sejenak di kawasan Tol Tandes, Surabaya. Di sanalah, pasutri tersebut akhirnya bisa bernapas lega dan kembali bergabung dengan rombongan pemudik lainnya.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan wujud nyata dari pelayanan prima kepolisian selama arus mudik Lebaran 2026.
"Begitu mendapat perintah dari Bapak Kapolres, kami langsung bergerak mengejar agar pemudik ini tetap bisa berangkat dan tidak terlantar. Alhamdulillah, bus berhasil kami kejar sebelum melaju terlalu jauh," jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (20/3).
Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Bakti, sang pemudik yang sempat pasrah tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dan tidak menyangka akan mendapatkan pengawalan khusus dari kepolisian hingga ke dalam jalan tol.
“Saya benar-benar bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Gresik. Jujur saya dan istri tadi sudah bingung sekali, apalagi ini program mudik gratis yang sangat kami harapkan. Kalau tidak dibantu polisi, mungkin kami gagal pulang kampung tahun ini,” ungkap Bakti dengan mata berkaca-kaca.
Aksi simpatik personel Polres Gresik ini menjadi bukti bahwa di tengah padatnya tugas pengamanan Lebaran, aspek kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama demi mewujudkan mudik yang aman dan berkesan. (yud)
Editor : Hany Akasah