Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tangan-Tangan Kecil Menggugat Dunia, SDIT Al Ibrah Gresik Kibarkan Panji Solidaritas untuk Palestina

Riri Masfardian • Selasa, 15 April 2025 | 15:52 WIB
SOLIDARITAS : Siswa dan Guru SDIT AL Ibrah Melakukan aksi kecam penjajahan sesuai isi UUD 1945.
SOLIDARITAS : Siswa dan Guru SDIT AL Ibrah Melakukan aksi kecam penjajahan sesuai isi UUD 1945.

 

RADAR GRESIK - Di tengah hiruk pikuk dunia yang dilanda konflik, secercah harapan muncul dari Gresik. Bukan dari medan perang atau gedung-gedung pemerintahan, melainkan dari halaman sebuah sekolah dasar. SDIT Al Ibrah.

Dengan seratusan tangan kecil dan suara lantang, menggetarkan kota dengan aksi solidaritas untuk Palestina. Bukan sekadar kecaman, tapi deklarasi nyata: boikot produk zionis dan seruan kemanusiaan yang menggema.

Mentari pagi pada 14 April 2025 menyinari halaman SDIT Al Ibrah, bukan dengan hangatnya biasa, tapi dengan kobaran semangat yang membara. Ratusan siswa, dengan seragam putih-hijau mereka, berdiri tegak dalam upacara bendera yang khidmat. Bukan hanya Merah Putih yang berkibar, tapi juga panji-panji kemanusiaan.

"Allahu Akbar!" pekik suara-suara kecil, menggelegar di antara lantunan ayat suci Alquran. Bukan sekadar upacara, ini adalah deklarasi perang melawan ketidakadilan. Bukan perang fisik, tapi perang melawan hati yang mati rasa.

"Kami mengecam segala bentuk penjajahan!" teriak seorang siswa, matanya berapi-api. Orasi demi orasi mengalir, menyuarakan kepedihan Palestina, menyuarakan hak setiap manusia untuk hidup bebas.

Puncak aksi ini adalah deklarasi boikot. Bukan sekadar kata-kata, tapi aksi nyata. Tangan-tangan kecil itu terangkat, berikrar untuk tidak lagi menyentuh produk-produk yang mendukung penindasan di Palestina.

"Ini bukan tentang agama, tapi tentang kemanusiaan," tegas Janan, Kepala Sekolah SDIT Al Ibrah. "Kami ingin anak-anak kami belajar bahwa mereka punya kekuatan untuk mengubah dunia."

Ustaz Khairul Huda, Pembina Upacara, memberikan analogi yang menyentuh. "Seperti kipas, kita harus bersatu untuk memberi manfaat. Jadilah seperti dua tangan, memberi, bukan hanya dua telinga, mendengar tanpa berbuat."

Aksi ini bukan sekadar peristiwa sesaat. Ini adalah pelajaran berharga bagi generasi penerus. Bahwa di tangan mereka, keadilan dan kemanusiaan bisa ditegakkan. Bahwa suara kecil pun bisa menggetarkan dunia.( han)

 

Editor : Hany Akasah
#Medan #DEKLARASI #gresik #zionis #Perang #Palestina #SDIT Al Ibrah