RADAR GRESIK – Ibadah di bulan suci Ramadan sejatinya bukan sekadar rutinitas tahunan yang datang dan pergi tanpa makna. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Mohammad Tajuddin, saat menyampaikan kultum bertajuk “Puasa yang Meninggalkan Bekas”.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar puasa mampu membentuk perubahan sikap dan akhlak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tajuddin menjelaskan bahwa setiap tahun umat Islam memang disibukkan dengan berbagai amalan seperti puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga bersedekah. Namun, ia mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali apakah rangkaian ibadah tersebut benar-benar memberikan dampak positif setelah Ramadan berlalu.
Merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, Tajuddin memaparkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Menurutnya, puasa yang hakiki tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan haus secara fisik, tetapi juga kemauan kuat untuk menahan lisan, emosi, serta hawa nafsu dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
“Puasa seharusnya meninggalkan bekas dalam diri seseorang berupa perubahan perilaku menjadi lebih baik,” tutur Tajuddin dengan mendalam.
Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW dalam hadis sahih Bukhari yang menegaskan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa seseorang jika ia masih tetap berkata dusta dan melakukan perbuatan buruk.
Baca Juga: Rayakan Identitas Kota Pudak, Pemkab Gresik Gelar Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda
Tajuddin memberikan contoh sederhana; seseorang yang sebelumnya mudah marah seharusnya belajar menjadi lebih sabar setelah menjalani ibadah puasa.
Begitu pula dengan kebiasaan salat berjamaah yang meningkat selama Ramadan, diharapkan tetap terjaga konsistensinya meskipun bulan suci telah usai.
Menurut pandangan Tajuddin, puasa yang berhasil meninggalkan bekas adalah puasa yang mampu membentuk karakter pribadi yang lebih jujur dalam bekerja, lebih amanah dalam menjalankan jabatan, serta lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Baca Juga: Usai Sajikan Kelapa Utuh kepada Siswa, 9 SPPG di Gresik Dihentikan BGN
Hal ini selaras dengan surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan setiap manusia untuk memperhatikan amal apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok.
“Ramadhan adalah madrasah bagi umat Islam. Jika setelah lulus dari madrasah Ramadhan kita kembali seperti semula, berarti nilai-nilai yang diajarkan belum sepenuhnya meresap dalam hati,” imbuhnya.
Menutup kultumnya, Tajuddin mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik transformasi diri. Peningkatan kualitas ibadah, perbaikan akhlak, dan penguatan kepedulian sosial harus menjadi hasil nyata sehingga ibadah puasa benar-benar meninggalkan jejak kebaikan yang abadi dalam kehidupan sehari-hari. (yud/han)
Editor : Hany Akasah