RADAR GRESIK-Di dunia pekerjaan, tidak serta merta seluruh rekan kerja bisa diajak bekerjasama. Namun, terkadang ada pula yang sikap dan sifatnya menjengkelkan. Ironisnya, sika-sikap rekan kerja itu seringkali menggangu pekerjaa teman lainnya.
Yang paling menakutkan lagi, jika teman kerja suka toxic atau menyakiti hati orqang lain. Jika punya rekan kerja yang toxic maka harus kamu lebih baik menghidari. Berikut ciri-ciri tekan kerja yang punya karakter toxic.
Negatif Berlebihan
Teman kerja toxic cenderung membawa energi negatif ke dalam tim. Fokus pada hal-hal buruk atau masalah tanpa memberikan solusi yang konstruktif adalah ciri teman kerja toxic yang harus diwaspadai. Bahkan, rekan kerja yang toxic ini suka menyalahkan orang lain karena mereka selalu berpikir bahwa dirinya yang paling sempurna. Sedangkan, rekan kerja lainnya tidak memiliki kemampuan dan kelebihan sepertinya.
Sering Membandingkan dan Bersaing
Selalu membandingkan diri mereka dengan rekan kerja dan merasa perlu untuk selalu bersaing adalah ciri teman kerja toxic yang harus diwaspadai. Bahkan, Teman kerja toxic kerap bersaing dalam hal-hal yang seharusnya bersifat kolaboratif. Rekan kerja toxic ini juga punya ciri membandingkan kamu dengan orang lain.
Misalnya, dengan ungkapan “ dulu waktu dipimpin A atau posisi itu dikelola A, tidak seperti dipimpin atau dikelola kamu,” . Kata-kata orang toxic ini seringkali menyakitkan dan tidak mengerti perasaan orang lain.
Kritik Tidak Sehat
Teman kerja toxic sering memberikan kritik yang tidak membangun atau bahkan bersifat merendahkan.
Selalu menemukan kesalahan atau kekurangan dalam pekerjaan orang lain adalah ciri teman kerja toxic yang harus diwaspadai. Misalnya, menjatuhkan dan mengkritik orang di grup WhatApps maupun saat rapat.
Sikap Manipulatif
Teman kerja yang toxic dapat menggunakan taktik manipulatif untuk mencapai tujuan mereka atau untuk menjaga agar orang lain tunduk pada keinginan mereka. Misalnya, dekat dengan pimpinan dengan menjatuhkan orang lain.
Atau terkadang mengklaim semua pekerjaan temannya bahwa hal itu merupakan hasil kerjanya.
Sering Memancing Konflik
Teman kerja toxic sering memancing konflik, menciptakan ketegangan dan suasana kerja yang tidak nyaman. Misalnya, tidak aktif di grup atau komunikasi secara intensitf. Namun, tiba-tiba langsung memancing konflik di komunikasinya.
Terkadang, mencari cara licik hingga adu domba akan rekannya agar terjadi konflik. Misalnya, tim A sepertinya tidak suka dengan tim B. Padahal, kenyataaannya tidak. Hal itu membuat tim A dan tim B berkonflik.
Tidak Bertanggung Jawab
Teman kerja toxic mungkin tidak bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, menyalahkan orang lain atau situasi eksternal ketika terjadi kesalahan.
Tidak Peduli terhadap Kesejahteraan Orang Lain
Teman kerja yang toxic cenderung tidak peduli terhadap kesejahteraan emosional atau profesional rekan kerja dan lebih fokus pada kepentingan pribadi mereka sendiri.
Merampas Pencapaian Orang Lain
Teman kerja toxic dapat mencuri kredit atau merampas pencapaian orang lain, tidak memberikan pengakuan yang pantas.
Jadi Penyebab Stres
nteraksi dengan Teman kerja toxic dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan mengganggu keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi.
Tidak Bisa Menerima Kritik
Teman kerja yang toxic mungkin tidak bisa menerima kritik dan merespon dengan defensif atau bahkan agresif.
Tidak Menjunjung Etika Kerja
Teman kerja toxic dapat melanggar etika kerja, seperti menyalahgunakan kepercayaan, menipu, atau melakukan tindakan tidak etis lainnya.
Jika kalian punya rekan kerja dengan ciri di atas, lebih baik anda menghindari untuk terlalu dekat. Hal itu karena orang yang punya sifat, sikap dan watak dengan etos kerja toxic tidak akan berubah demi mencapai tujuan hidupnya. Bahkan, memiliki kepuasan jika toxic dilakukan kepada rekan kerjanya.
Editor : Hany Akasah