Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Rektor Prof Khoirul Pertegas Dukungan Pada Mahasiswa Timur Tengah yang Studi di UMG di Tengah Konflik Geopolitik Iran-Israel Amerika

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:45 WIB

PENDIDIKAN UNTUK SEMUA : Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd, menegaskan komitmeni kampus untuk terus mendukung mahasiswa asing termasuk melalui kajian beasiswa tambahan.
PENDIDIKAN UNTUK SEMUA : Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd, menegaskan komitmeni kampus untuk terus mendukung mahasiswa asing termasuk melalui kajian beasiswa tambahan.

RADAR GRESIKUniversitas Muhammadiyah Gresik (UMG) terus memacu langkah menuju kampus bereputasi global.

Di tengah ketidakstabilan geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah, Rektor UMG menegaskan komitmennya untuk melindungi serta mendukung mahasiswa internasional yang menempuh studi di kampus tersebut.

RektorUniversitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr.Khoirul Anwar, M.Pd, menyatakan bahwa Ketidakstabilan ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi mahasiswa, terutama terkait fluktuasi nilai tukar mata uang yang mempengaruhi biaya hidup dan pendidikan mereka.

“Ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah tentu berdampak pada mahasiswa internasional kami, terutama terkait biaya hidup dan konversi mata uang. Sebagai bentuk misi kemanusiaan, kami sedang mengkaji pemberian beasiswa tambahan agar mereka tetap dapat menyelesaikan studinya dengan tenang di sini.” papar Prof.Khoirul.

Lebih lanjut disampaikan oleh Prof.Khoirul,UMG menjadi rumah bagi mahasiswa dari berbagai negara seperti Komoro, Yaman, Sudan, Thailand, Vietnam, hingga Kamboja.

“Kehadiran mereka juga memberikan dampak positif bagi atmosfer akademik, salah satunya dalam penguatan bahasa Arab dan eksposur budaya di lingkungan kampus.” Jelas Prof.Khoirul.

Selain fokus pada kesejahteraan mahasiswa,UMG juga menargetkan masuk dalam jajaran QS World University Ranking.

“Untuk mencapai target tersebut, universitas gencar membuka program studi baru serta mendorong para dosen untuk meningkatkan kualifikasi internasional melalui program post-doc dan studi lanjut ke luar negeri. Kolaborasi riset dan publikasi dengan mitra internasional, seperti Universiti Sains Malaysia (USM), juga terus ditingkatkan guna memperkuat posisi UMG di kancah Asia dan dunia pada tahun 2027 mendatang.” harap Rektor UMG, Prof.Khoirul.

UMG sendiri sudah membuka kelas mahasiswa internasional sejak lima tahun yang lalu, bahkan ada salah satu alumni yang berasalndari Vietnam menjadi penerjemah bahasa indonesia dan vietnam saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja negara ke Vietnam.

"Saat ini ada 19 mahasiswa asing yang menjadi mahasiswa UMG, tiga diantaranya merupakan mahasiswa magister (S2)" jelas Prof.Khoirul.

Di sisi lain, pengalaman menarik dirasakan oleh para mahasiswa asing semester dua yang menjalani ibadah Ramadan di Indonesia, diantaranya Azzam Hesham Abdulsalam Al-Hemyari mahasiswa UMG jurusan Teknik Industri yang berasal dari Yaman dan Sugoud Ahmed Adam jurusan Kesehatan Masyarakat (Public Health) yang berasal dari Sudan.

Meski jauh dari keluarga dan adanya konflik di negara asal, mereka mengaku merasa nyaman dengan keramahan masyarakat lokal.

Suasana kebersamaan saat berbuka puasa di masjid maupun di rumah warga memberikan rasa hangat yang mengobati kerinduan akan kampung halaman, sembari beradaptasi dengan kekayaan kuliner nusantara yang unik.

"The people in Indonesia are very kind and welcoming. This is my first Ramadan far from home, but I feel a strong sense of togetherness here. In the mosque or at home, people sit and eat together just like back in my country. Even though the food is different. I’ve really grown to like Nasi Geprek, the spirit of Ramadan feels the same. I feel safe and grateful to continue my education here while my country faces difficult times.” Said Sugoud from Sudan.

Baca Juga: Tekan Kecurangan, Seleksi Perangkat Desa Gredek Gunakan CAT dan Gandeng UMG

“Orang-orang di Indonesia sangat baik dan ramah. Ini adalah Ramadan pertama saya jauh dari rumah, tetapi saya merasakan rasa kebersamaan yang kuat di sini. Di masjid maupun di rumah, orang-orang duduk dan makan bersama persis seperti di negara saya. Meskipun makanannya berbeda,saya benar-benar mulai menyukai Nasi Geprek, semangat Ramadan terasa sama saja. Saya merasa aman dan bersyukur bisa melanjutkan pendidikan di sini sementara negara saya sedang menghadapi masa-masa sulit." Ujar Sugoud yang berasal dari Sudan.

Begitu juga dengan Azzam, mahasiswa UMG asal Yaman ini yang mengungkapkan bahwa keputusannya menuntut ilmu di Indonesia menjadi bukti keteguhan hati seorang pemuda yang menolak menyerah pada keadaan konflik di negaranya.

"Regarding my country for the next year, I hope the war stops in across the entire nation. My greatest hope is for the conflict to end so that peace can finally return." said Azzam.

"Mengenai negara saya untuk tahun depan, saya berharap perang berhenti di seluruh negeri. Harapan terbesar saya adalah agar konflik ini berakhir sehingga perdamaian akhirnya bisa kembali terwujud." pungkas Azzam yang menyukai makanan klepon ini. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#timur tengah #mahasiswa asing #geopolitik #Beasiswa #Rektor UMG #Prof Khoirul #kelas internasional #universitas muhammadiyah gresik #umg