RADAR GRESIK-Permasalahan anemia pada remaja putri (Rematri) di Kabupaten Gresik masih tinggi dan penyebarannya tidak merata. Ada beberapa wilayah kerja puskesmas mempunyai kasus anemia cukup tinggi dan ada yang sudah rendah.
Hal itu yang menginisiasi tiga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) untuk membentuk kader rematri sadar anemia di Gresik bertempat di Pondok Pesantren Darul Atsar Al-Islamy, Panceng Gresik. Mereka adalah Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kedokteran (FK) Unair Dr. dr Widati Fatmaningrum, MKes., Sp.GK, Dr dr Sri Umijati, MS dan Dr dr Lilik Djuari, MKes. Kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Darul Atsar Al Islamy, Panceng, Kabupaten Gresik.
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Dr. dr Widati Fatmaningrum mengatakan, hasil skrining anemia Rematri kelas 7 dan kelas 10 di Kabupaten Gresik tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi anemia sebesar 27,11 persen.
”Dari hasil penelitian para remaja putri ini sering kurang memperhatikan kandungan zat gizi yang ada pada makanan yang dikonsumsinya sehingga berisiko terjadi anemia,” kata Widati.
Padahal, menurut Widati, masa pertumbuhan saat remaja penting dan tercepat kedua setelah masa bayi.
Menurutnya, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia karena masa pertumbuhan fisik, pematangan reproduksi, dan transformasi kognitif yang menuntut kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tinggi, termasuk zat besi di usia remaja penting karena sebagai modal dasar kesehatan pada usia dewasa dan lanjut usia.
“Tetapi sering diabaikan baik oleh remaja sendiri, orang-tua, maupun lingkungannya seperti sekolah, lingkungan pesantren, masyarakat, pemerintah,” kata Widati.
Maka dari itu, melalui pengmas berjudul Pemberdayaan Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia untuk Meningkatkan Status Gizi, pihaknya mendampingi para santriwati untuk menjadi Kader Remantri Sadar Anemia.
Para santriwati diberi training of trainer (TOT) tentang pencegahan anemia pada remaja putri oleh tim dari Fakultas Kedokteran yang bermitra dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
Kegiatan dilakukan tiga kali sejak tanggal 5 September lalu. Kemudian, pada 12 September diberikan materi pendalaman materi pencegahan anemia pada remaja Putri. Total ada 15 kader Rematri Sadar Anemia baik dari SMP maupun SMA.
“Setelah diberi pelatihan, nantinya pada tanggal 19 September, Kader Remantri Sadar Anemia akan memberikan penyuluhan kepada Teman sebayanya sekitar sekitar 100 orang,” katanya.
Menurutnya, Kader Rematri Sadar Anemia menjadi rolusi terhadap masalah tersebut. Rematri harus diberdayakan secara mandiri untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan meningkatkan status gizinya khususnya masalah anemia yang masih tinggi kasusnya.
Kader Rematri diharapkan akan menjadi agen perubahan perilaku terhadap pencegahan anemia pada peer groupnya.
Pemberdayaan pelayanan kesehatan pada remaja menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting dalam menjaga sumber daya manusia yang sehat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop berterima kasih dan mengapresiasi Pengmas Dosen FK Unair di Gresik.
“Kami berharap transfer ilmu kepada peer group terkait pencegahan anemia pada remaja putri di Gresik sehingga kegiatan ini akan tetap berkelanjutan. Program sangat bagus dan nantinya akan kami tindak lanjuti karena juga sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini,” kata dr Anik. (han)
Editor : Hany Akasah