RADAR GRESIK - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, Hotel Santika Gresik baru-baru ini sukses menyelenggarakan workshop pembuatan tas rajut atau Craft Knit Bag.
Kegiatan yang dipenuhi antusiasme puluhan peserta dari bidang kerajinan tangan ini diadakan di lobi Hotel Santika Gresik.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan dan inovasi desain bagi para pelaku UMKM, sehingga produk kerajinan tas mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Public Relations & E-Commerce Hotel Santika Gresik, Ayu Ratih Pertiwi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) hotel untuk berkontribusi aktif dalam perekonomian daerah.
“Kami menyadari potensi besar yang dimiliki UMKM di Gresik, terutama dalam sektor kerajinan. Melalui workshop craft knitting ini, kami berharap para peserta tidak hanya mahir dalam teknik merajut, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk menciptakan desain tas yang unik, modern, dan sesuai dengan tren pasar terkini,” kata Ratih, Minggu (19/10).
Menurut Ratih, materi workshop dibawakan oleh narasumber ahli di bidang kerajinan rajut, Craft Yunifan, yang berkolaborasi bersama IWAPI Gresik. Materi yang dipaparkan secara detail meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, teknik dasar dan lanjutan merajut, hingga tips dan trik dalam pemasaran produk secara digital.
Para peserta diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan tas rajut dengan berbagai pola dan variasi benang. Selain fokus pada aspek teknis, sesi khusus dalam workshop juga menyoroti pentingnya digital marketing.
“Keterampilan merajut saja tidak cukup di era digital ini. Kami juga mendorong mereka untuk Go Digital, agar produk tas rajut Gresik bisa dikenal lebih luas dan menjangkau pembeli di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” imbuhnya.
Hotel Santika Gresik berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa dengan tema yang beragam, sebagai upaya berkelanjutan dalam memajukan UMKM di Gresik.
“Diharapkan kolaborasi antara sektor perhotelan dan UMKM ini dapat menciptakan sinergi positif yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas IWAPI Gresik, Riana, menyampaikan bahwa kegiatan workshop pembuatan tas rajut atau Craft Knit Bag ini diisi oleh para wanita-wanita terampil.
“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, anggota IWAPI Gresik bisa menularkan ilmu ke masyarakat yang lainnya,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah