Menteri Sakti Wahyu mengatakan, Gresik layak dijadikan lokasi pembangunan kampung budidaya bandeng. Diharapkan, hal ini akan membuat produksi jadi meningkat.
Baca Juga : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Lantik 47 Kades Terpilih
"Salah satu tujuan dari program kampung budidaya ini adalah menciptakan skala ekonomi,” katanya, Kamis (21/4).
Untuk itu, Menteri KKP RI meminta untuk tetap mempertahankan total lahan tambak seluas 28.643 tetap menjadi sebagai produktivitas agar tidak tergerus oleh kemajuan pembangunanKampung perikanan budidaya bandeng Pangkahwetan memiliki luas lahan budidaya sekitar 2.465 Ha dengan jumlah pembudidaya sebanyak 601 RTP (2-3 tenaga kerja/RTP). Dengan kelembagaan 7 Pokdakan, 1 Poklahsar dan 1 Gapokkan dengan total produksi bandeng 6.900 ton.
"Dengan target peningkatan produksi budidaya bandeng dilakukan dengan cara meningkatkan produktifitas budidaya menjadi 2 kali lipat atau 2-4 ton per hektar," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan, kampung budidaya bandeng seluas sekitar 28 ribu hektare lahan mampu memproduksi sekitar 80 ton per tahun dengan nilai Rp 1,4 miliar. Terkait lahan seluas sekitar 28 ribu hektare Bupati memastikan bersama DPRD melaui perda LP2B dan dikunci melalui RTRW yang sudah dibahas.
"Akan ditetapkan agar lahan perikanan dan pertanian tidak tergerus kemajuan pembangunan," jelas Bupati Gus Yani.
Selain itu, Bupati Gus Yani berharap ada sinergi terintegrasi baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar tercipta ekosisistem budidaya ikan dari teknologi.
"Baik pakan ikan sampai pembenihan benurnya menuju budidaya ikan Bandeng Gresik menjadi percontohan skala nasional," harapnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah