RADAR GRESIK – Kondisi saluran drainase di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di area perlintasan rel kereta api arah barat Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik, kian memprihatinkan.
Kerusakan parah pada infrastruktur air tersebut kini memicu kekhawatiran warga akan ancaman longsor dan kerusakan bangunan pemukiman.
Lurah Sidomoro, Jhonis Wahyu Basuki, menjelaskan bahwa lokasi kerusakan berada di wilayah RW 03. Mengingat area tersebut merupakan lahan aset milik PT Petrokimia Gresik yang juga dilintasi pipa gas dan rel kereta api, penanganan teknis memerlukan koordinasi khusus dengan pihak perusahaan.
“Saluran ini rusak parah dan setiap hujan airnya meluap hingga mengikis tanah di sekitarnya. Kondisi ini sangat meresahkan karena merupakan akses alternatif warga. Jika tidak segera dibenahi, air akan terus menggerus fondasi bangunan warga di sisi selatan,” ujar Jhonis saat mendampingi tim survei, Kamis (5/2).
Kekhawatiran senada diungkapkan Ketua RW 03 Sidomoro, Boiman. Ia menyebut kerusakan sepanjang 25 meter tersebut sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2018. Namun, dalam dua tahun terakhir, kondisinya semakin kritis karena U-Ditch yang ada sudah tidak mampu menahan debit air.
“Bangunan warga di sekitar sini mulai terlihat miring karena tanahnya terus tergerus. Kalau dibiarkan dua tahun lagi, luapan air ini bisa merobohkan bangunan. Kami sangat berharap normalisasi segera dilakukan agar aliran air bisa langsung menuju sungai tanpa meluber,” tegas Boiman.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT Petrokimia Gresik melalui perwakilan tim survei, Willy, membenarkan bahwa lokasi tersebut masuk dalam peta aset perusahaan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evaluasi teknis untuk menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.
“Kami sudah melihat langsung di lapangan dan benar ini masih aset Petro. Saat ini kami masih melakukan evaluasi internal untuk menentukan bagian mana yang akan mengerjakan perbaikan tersebut. Segera akan kami tentukan tindak lanjutnya,” pungkas Willy.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap agar proses evaluasi internal perusahaan tidak memakan waktu lama, mengingat curah hujan yang masih tinggi dapat mempercepat proses pengikisan tanah di area tersebut. (jar/han)
Editor : Hany Akasah