Pawai diikuti 200 anak didik dari KB, TK A, dan TK B didampingi para guru serta orangtua walimurid. Mereka diajak berkeliling sekitar sekolah tepatnya di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas.
Kepala TK Muslimat NU Nurul Ishlah, Ardhiana Yoghie Savitri mengaku momentum tahun baru hijriyah diperingati sekaligus penutupan MPLS.
"Kami gelar pawai berkeliling sekitar sekolah agar anak bisa mengenal lingkungan sekitar sekolah. Mereka berkeliling memamerkan hasil karya lomba mewarnai bertema Tahun Baru Islam," ungkapnya.
Usai pawai, peserta didik berkumpul di halaman sekolah. Di kesempatan tersebut pemenang lomba mewarnai anak dan ibu diumumkan, mereka mendapatkan thropy dari juara utama hingga harapan untuk setiap kelas.
Ditambahkannya, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang mempererat sinergi antara guru, wali murid, dan komite. "Dalam menggelar berbagai kegiatan, yayasan bersinergi dengan para guru, wali murid, hingga komite,"imbuhnya.
Siti Zulaikha, salah satu orang tua siswa mengaku senang dengan kegiatan ini, dimana mempererat kerjasama antara ibu dan anak. "Bisa memgedukasi dan memperkenalkan anak tentang peringatan Tahun Baru Islam. Saya berharap semoga kegiatan peringatan hari besar seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan,"terangnya.
Acara ditutup dengan shalawat bersama oleh guru, orangtua wali murid, serta siswa. Tak hanya pawai Muharram, penutupan MPLS juga akan ditutup dengan santunan anak yatim dan dhuafa disertai tausiyah. (rir/han)
Editor : Hany Akasah