RADAR GRESIK – Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) mendadak riuh oleh deru langkah strategi para atlet otak. Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Olahraga Domino (ORADO) Gresik sukses digelar, menandai babak baru domino sebagai cabang olahraga profesional yang diakui secara resmi di Kabupaten Gresik.
Diikuti oleh 32 tim tangguh, ajang ini bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan panggung adu taktik untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat provinsi.
Ketua ORADO Gresik, Mochamad Choirul Rizal, menegaskan bahwa domino di bawah naungan ORADO memiliki standar ketat. Permainan menggunakan batu dan meja khusus sesuai regulasi PB ORADO Indonesia dengan sistem poin 101.
Baca Juga: Gempur Narkoba di Pulau Bawean Gresik, Polsek Tambak Ringkus Lima Pengedar Sabu di Dua Lokasi
"Ini bukan sekadar main biasa, tapi olahraga yang mengandalkan strategi, ketajaman otak, dan kekompakan tim. Siapa yang mencapai 101 poin lebih dulu, dialah pemenangnya," ujar Rizal.
Kejurkab perdana ini juga menyiapkan total hadiah fantastis senilai Rp 10 juta. Juara 1, 2, dan 3 dari ajang ini akan langsung dipersiapkan untuk mewakili Gresik dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim yang akan digelar di Surabaya pada 5 April 2026 mendatang.
Kepala Disparekrafbudpora Gresik, drg. Saifudin Ghozali, hadir memberikan dukungan penuh. Ia meyakini domino memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama daerah jika dikelola dengan pembinaan yang kuat.
Baca Juga: Dukung Efisiensi Energi, Pemkab Gresik Siap Terapkan WFH Setiap Jumat
"Kami sangat mendukung. Tantangannya memang besar untuk mengubah pandangan masyarakat, tapi kami yakin bibit atlet yang muncul dari sini akan semakin kuat," tegas drg. Ghozali.
Menariknya, Kejurkab tahun ini mengusung tema "Bersama ORADO dan UMKM Naik Kelas". Panitia sengaja melibatkan pelaku UMKM lokal untuk menggerakkan ekonomi kreatif di sela-sela kompetisi.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil. Ia menyebut Gresik sebagai daerah ketiga di Jatim yang sukses menggelar Kejurkab setelah Banyuwangi dan Sidoarjo.
"Ini langkah awal yang sangat penting. Ke depan, kami berharap terbentuk klub-klub domino hingga tingkat kecamatan dan perumahan agar pembinaan lebih intensif," kata Mahenda.
Ia juga membocorkan rencana pengembangan kategori pemain tunggal untuk memperluas peluang prestasi para atlet.
Dengan suksesnya acara ini, domino di Gresik kini resmi "naik kelas" dari sekadar hobi di pos ronda menjadi olahraga prestasi yang menjanjikan masa depan bagi para atletnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah