Sidayu – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung fasilitas publik kembali tampak nyata pada pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di kawasan Eks Bumi Perkemahan Sunan Kalijaga, Sidayu, Selasa (9/12). Dalam agenda yang dihadiri pejabat daerah dan berbagai instansi tersebut, PLN hadir sebagai mitra strategis yang memastikan infrastruktur kelistrikan siap mendukung pembangunan sejak tahap awal.
Sejak pagi, PLN telah menyiapkan pasokan listrik andal untuk seluruh rangkaian acara. Unit teknis PLN melakukan penjagaan sistem agar kegiatan berjalan tanpa gangguan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya PLN memastikan setiap program pembangunan pemerintah memiliki fondasi energi yang kuat dan berkelanjutan.
Manajer PLN ULP Sidayu, Dwi Sri Rahayu, menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam memperkuat layanan publik, khususnya sektor pendidikan.
"PLN siap mendukung penuh kebutuhan listrik untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini. Kami juga memastikan keandalan listrik selama kegiatan berlangsung agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar. PLN berkomitmen menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman dan berenergi andal,” ujarnya.
Selain memastikan keandalan pasokan selama kegiatan simbolis ini, PLN juga mulai menyiapkan kebutuhan teknis untuk penyambungan baru saat bangunan sekolah memasuki tahap konstruksi lanjutan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi PLN untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat beroperasi optimal pada tahun ajaran 2026/2027.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan menampung sekitar 300 murid dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Bagi PLN, hadir dalam proses ini bukan hanya soal suplai tenaga listrik, tetapi juga bentuk dukungan terhadap misi menciptakan lingkungan belajar yang setara dan berkualitas bagi masyarakat Gresik.
Sementara itu, dalam sambutannya Sekda Pemkab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang mudah diakses dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Sekolah Rakyat Tahap II ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang inklusif dan nyaman bagi generasi muda kita,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan kapasitas 75 murid SD, 75 murid SMP, dan 75 murid SMA, ditambah siswa pindahan dari sekolah rakyat yang telah berjalan sebelumnya. Total estimasi peserta didik mencapai sekitar 300 siswa.
Editor : Cak Fir