RADAR GRESIK – Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, yang rusak parah dan berlubang mendapat respons cepat dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi jalan penghubung Desa Ngampel menuju Desa Jombang Delik tersebut.
Mujid Riduan melakukan sidak di sela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi Perda Nomor 7 di Kantor Kecamatan Balongpanggang.
Ia mengatakan laporan dari masyarakat menunjukkan kerusakan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 300 meter di titik Desa Ngampel sudah memprihatinkan.
“Kami melihat ada pengaduan dari masyarakat jalan kabupaten di titik Desa Ngampel itu rusak parah. Apalagi di musim penghujan itu genangan-genangan air sangat tinggi sekali sehingga kami sidak ke lapangan,” kata Mujid, Rabu (5/11).
Menanggapi temuan ini, Mujid Riduan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan sekaligus Unit Reaksi Cepat (URC) agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
Meskipun menyadari padatnya jadwal URC untuk tambal sulam di banyak wilayah kabupaten akibat musim penghujan, Mujid menekankan bahwa penanganan Jalan Ngampel harus diprioritaskan.
“Ini perlu penanganan secepatnya dari URC dan segera untuk dianggarkan di plengsengannya. Kalau tidak dianggarkan di plengsengannya, saya yakin jalan ini bakal rusak kembali,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan plengsengan penting agar kualitas jalan menjadi mantap dan dapat dilalui masyarakat dalam rangka menguatkan perekonomian di wilayah sekitar. Ia juga menghimbau masyarakat yang melintas untuk berhati-hati mengingat banyak genangan air.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngampel, Ali Wahyudi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respons cepat Mujid Riduan.
“Kami sangat berharap adanya pembenahan jalan tersebut, utamanya adalah TPT (Tanggul Penahan Tanah) Jalan Kabupaten dan Rabat Beton, sehingga jalan bisa dilalui warga dengan layak dan aman,” pungkas Ali Wahyudi, mewakili keluhan warga yang sudah lama terganggu oleh kerusakan parah di musim hujan, terutama di sektor perekonomian. (jar/han)
Editor : Hany Akasah