Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

100 Hari Nawakarsa, Pemkab Gresik Paparkan Capaian Gemilang di Bawah Pimpinan Gus Yani dan dr Alif

Fajar Yuliyanto • Selasa, 17 Juni 2025 | 01:19 WIB
Pemkab Gresik memaparkan capaian signifikan program 100 hari kerja sebagai wujud implementasi visi-misi Nawakarsa.
Pemkab Gresik memaparkan capaian signifikan program 100 hari kerja sebagai wujud implementasi visi-misi Nawakarsa.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memaparkan capaian signifikan program 100 hari kerja sebagai wujud implementasi visi-misi Nawakarsa. Program 100 hari ini menjadi tolok ukur awal efektivitas dan kecepatan kerja pemerintah menuju lima tahun kepemimpinan ke depan. Plt Bupati Gresik menegaskan bahwa mayoritas program berhasil tercapai sesuai target, bahkan beberapa di antaranya melampaui ekspektasi. 

"Alhamdulillah, hampir seluruh program berhasil tercapai hingga 100 persen, bahkan ada yang melampaui target. Namun demikian, beberapa program masih memerlukan penyesuaian di lapangan karena faktor situasional yang dinamis,” kata dr. Alif.

Capaian program dirangkum dalam sebuah video visual yang menampilkan progres dari masing-masing sembilan Nawakarsa. Beberapa pencapaian yang melebihi target meliputi rehabilitasi ruang kelas di enam sekolah dasar yang mencapai 120 persen serta pengaktifan 282 admin perusahaan dari target awal, dengan capaian sebesar 285 persen.

Dalam sesi tanya jawab dengan insan pers, berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk penanganan banjir, pengangguran terbuka, akses air bersih, layanan pendidikan, dan kesehatan.

Di tengah tantangan global, Kabupaten Gresik memilih untuk bergerak dengan kerja nyata. Seratus hari pertama kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Plt Bupati dr. Asluchul Alif menjadi bukti bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui keberanian dan tindakan tepat sasaran.

Pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat, menjawab kebutuhan dasar mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga infrastruktur.

Akses pendidikan di Gresik terus ditingkatkan. Sebanyak 144 mahasiswa menerima Beasiswa Mahasiswa Produktif. Program Hatiku Padamu (HTM) menjamin hak 100 anak berkebutuhan khusus. Komitmen pada kesetaraan juga ditegaskan melalui penempatan 129 guru pendamping disabilitas dan rehabilitasi enam SD dengan realisasi mencapai 120 persen. Insentif diberikan kepada 2.287 guru SD/MI dan 1.771 guru SMP/MTs swasta.

Menghadapi dinamika ekonomi, Pemkab Gresik meluncurkan program Gresik Gema Karya dan Gresik Kerja. Kini, 282 admin perusahaan aktif menjembatani lowongan kerja dengan tenaga lokal. Lima pelatihan bersertifikat BNSP bagi warga miskin (DTKS) telah digelar, serta Mini Job Fair di Gresik Selatan yang menawarkan 27 profesi. Sektor UMKM didorong melalui pembuatan 211 NIB, pendaftaran 53 merek, dan fasilitasi sertifikasi mutu bagi 20 produk IKM.

Dalam 100 hari, layanan kesehatan dijamin aksesibilitas dan mutunya. RS Gresik Sehati diluncurkan untuk melayani masyarakat wilayah selatan dengan status akreditasi yang terjaga. Sebanyak 1.371 kader kesehatan telah dilatih, tiga kali lipat dari target awal. Enam puskesmas rawat inap kini aktif, dan 435 balita mendapat pendampingan pencegahan stunting. Deteksi dini TBC menemukan 9.228 kasus terduga dari target 5.000 (185 persen).

Melalui Nawakarsa Gresik Tuntas, 20.000 kartu keluarga tersedia dalam format barcode. Gresik Integrated Smart System (IOP) mengintegrasikan data dari 46 OPD. Di tingkat desa, 660 perangkat desa dilatih melalui Program Desa SIAP, menghasilkan sembilan inovasi desa digital.

Terkait penanggulangan banjir, dr. Alif mengapresiasi kinerja pemerintahan sebelumnya dalam membangun infrastruktur seperti normalisasi saluran dan kolam retensi. Pemkab Gresik terus bersinergi lintas OPD untuk merespons cepat kondisi di lapangan. Perbaikan tanggul di tujuh titik dan normalisasi sungai sepanjang 9,86 kilometer telah rampung, melampaui target awal (197 persen). Di bidang infrastruktur, 18,6 kilometer jalan diperbaiki lewat URC, melampaui target 17,1 kilometer. Jam operasional kendaraan berat juga diatur untuk keselamatan warga.

Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) telah melatih 1.620 ayah. TPA Masmundari dibuka bagi keluarga rentan. Sebanyak 1.715 paket sembako dan 4,5 ton beras disalurkan untuk nelayan. Perlindungan buruh migran difokuskan melalui penyusunan dan peluncuran Perdes Migran Emas di 10 desa. Sebanyak 24.948 warga menerima bantuan sosial, dan PKH Inklusif menjangkau 991 lansia serta penyandang disabilitas.

Petani terdampak banjir menerima 2.050 kilogram benih padi dan 8.200 kilogram pupuk NPK. Ekonomi hijau didorong melalui Pameran Nasional Giri Kedaton Bonsai. Nawakarsa Gresik Barokah mendukung budaya dan pemuda melalui Pekan Kebudayaan Daerah dan Pemuda Inspiratif Gresik. Di Karangkiring, 5.300 bibit mangrove ditanam bersama perusahaan, jauh melampaui target awal 1.000 bibit (530 persen).

“Semua hal ini penting, tapi kami harus berkonsentrasi pada hal-hal yang mengakar dan berdampak besar bagi masyarakat,” ujar Plt. Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif.

Gresik telah membuktikan bahwa 100 hari bukan sekadar waktu untuk menyusun rencana, tetapi untuk mewujudkan langkah-langkah konkret yang langsung dirasakan oleh rakyat. "Saya mengapresiasi upaya pemerintah sebelumnya dalam menanggulangi banjir. Salah satu indikator keberhasilan adalah kecepatan surutnya air. Meski banjir beberapa waktu lalu tergolong besar, namun dalam satu hari air telah surut. Kami terus melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kolam retensi dan normalisasi saluran,” imbuhnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja telah menggelar berbagai kegiatan seperti job fair dan walk-in interview. "Kami tidak hanya membuka satu jalur, tetapi berbagai peluang, termasuk menciptakan ekosistem kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, dan sektor lainnya. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan air bersih, Pemkab Gresik berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur, mengingat kendala debit air dari sumber Umbulan yang berkurang.

Di sektor kesehatan, enam puskesmas telah ditingkatkan fasilitasnya dengan ruang rawat inap dan penambahan 19 tempat tidur. Pemerintah juga memperkuat layanan Rumah Sakit Gresik Sehati dengan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan tenaga kesehatan untuk wilayah Bawean.

Upaya percepatan penurunan stunting turut menjadi fokus perhatian melalui program pencegahan sejak pranikah, kehamilan, hingga balita berisiko stunting. "Semua calon pengantin yang terdata di aplikasi Detak Keris telah didampingi dan diberi edukasi. Program SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat), Yanda Bunda, dan GUS (Gresik Urus Stunting) merupakan bagian dari intervensi berkelanjutan yang kami jalankan,” tegas dr. Alif.

Plt Bupati Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program 100 Hari Kerja. "Keberhasilan ini bukan hasil kerja sendiri, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen. Kami terus membuka ruang kritik dan saran konstruktif demi kemajuan Gresik yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #gresik #Nawakarsa #gus yani #dokter alif