Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Sebagai Bendahara SIF, Hanny Kusumohadiati Tekankan Visi Modernisasi Keuangan

Riri Masfardian • Rabu, 4 Desember 2024 | 16:05 WIB
Hanny Kusumohadiati, bendahara Semen Inonesia Foundation
Hanny Kusumohadiati, bendahara Semen Inonesia Foundation

RADAR GRESIK - Dengan pengalaman yang luas di bidang komersial Hanny Kusumohadiati, S.E., kini mendedikasikan dirinya untuk memajukan dunia pendidikan melalui jabatan barunya sebagai Bendahara di Semen Indonesia Foundation (SIF), yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan. Perempuan berusia 40 tahun ini membawa semangat baru untuk mengembangkan sistem keuangan yayasan dan mendukung penuh program-program pendidikan yang ada.

Dengan latar belakang pendidikan S1 dari Universitas Diponegoro Semarang dan saat ini sedang menempuh studi magister manajemen corporation, Hanny memiliki pemahaman yang mendalam tentang pengelolaan keuangan. Sebelum bergabung dengan SIF pada Mei 2024, ia telah berkarier di Semen Indonesia. Pengalamannya di dunia bisnis komersial yang kompetitif menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan baru di dunia pendidikan.

Salah satu motivasi terbesar Hanny adalah memajukan yayasan dan mengembangkan sistem keuangan yang lebih baik. Ia melihat potensi besar dalam dunia pendidikan dan ingin berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan serta keinginan para peserta didik.

"Di bisnis pendidikan, kita tidak hanya berbicara tentang profit, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi kebutuhan sosial. Ini adalah tantangan yang menarik bagi saya," ungkap Hanny.

Target utama Hanny adalah membangun sistem keuangan yang terpusat untuk seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan pengelolaan keuangan menjadi lebih efisien dan transparan.

"Saya ingin membawa yayasan ini ke level yang lebih modern. Dengan sistem keuangan yang terpusat, kita bisa lebih cepat mengambil keputusan dan merespon perkembangan zaman," tambahnya.

Membangun sistem keuangan baru tentu bukan tanpa tantangan. Hanny menyadari bahwa perubahan sistem membutuhkan waktu dan adaptasi dari seluruh pihak. Namun, ia yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, semua tantangan dapat diatasi.

"Tantangan terbesar adalah bagaimana mengubah mindset dan budaya kerja. Namun, saya optimis bahwa dengan dukungan dari seluruh tim, kita bisa mencapai tujuan bersama," tegasnya.

Di sisi lain, Hanny juga melihat banyak peluang dalam jabatan barunya. Ia berkesempatan untuk belajar hal-hal baru, mengembangkan jaringan, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Sebagai seorang profesional yang terus haus akan ilmu pengetahuan, Hanny aktif membaca berbagai literatur terkait pengelolaan keuangan dan pendidikan. Ia percaya bahwa dengan terus belajar, ia dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi yayasan.

"Saya sangat menikmati proses belajar. Dengan membaca dan mempelajari hal-hal baru, saya bisa mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan sistem yang lebih inovatif," ujarnya.

Hanny berharap dapat membawa SIF menjadi lembaga pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing. Dengan sistem keuangan yang kuat, yayasan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik.

"Saya ingin melihat SIF menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. Dengan dukungan dari semua pihak, saya yakin kita bisa mencapai tujuan tersebut," tutup Hanny. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#semen indonesia #bendahara #gresik #sif #hanny