GRESIK - Direktorat GTK kementerian Agama RI bekerja sama dengan World Bank melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia melalui Madrasah Reform. Salah satu cara mewujudkannya dengan memilih Fasilitator Daerah (Fasda) di setiap kabupaten. Salah satu guru terpilih di Kabupaten Gresik yakni Luluk Wardatul Kholifah.
Guru Bahasa Inggris MTs Mambaus Sholihin Gresik itu terpilih setelah mengikuti seleksi ketat seluruh Indonesia. “Alhamdulillah, saya pelatihan intensif selama lima hari di Surabaya, mulai tanggal 31 Oktober hingga 4 November 2023,” kata Luluk.
Para Fasda diharapkan membawa pemahaman dan pengetahuan baru yang mereka peroleh selama pelatihan untuk memajukan kualitas pendidikan di madrasah. “Ini merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda,” kata ibu dua anak tersebut.
Selain mengemban tugas penting untuk mencerdaskan anak-anak di Indonesia, guru harus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pendidik melalui program pengembangan keprofesian berkelanjutan. Pendidik harus mengembangkan kompetensi dan ilmu pengetahuan agar tugas hingga proses pembelajaran lebih baik serta mampu membimbing peserta didik.
“Kendala proses pembelajaran pasti ada. Misal saat ini digitalisasi, karena guru di daerah pasti tidak semuanya terfasilitasi. Tapi guru harus berinovasi dan kreatif. Misal, supaya siswa Bahasa Inggris, guru bisa menggunakan pupet supaya senang pelajaran tersebut. Itu menjadi bagian inovasi jika belum ada fasilitas atau sistem digitalisasi di sekolahnya," kata Wakil Ketua III PAC Fatayat NU Kebomas tersebut. (nov/han)
Editor : Hany Akasah