Kegiatan khitan gratis tersebut merupakan kegiatan tahunan yang mana pada tahun ini merupakan kegiatan yang ke-39. Para peserta khitan juga mendapatkan bingkisan dari panitia, dari sarung, baju, tas, peralatan shalat, hingga bucket uang sebesar 150 ribu rupiah.
Pelaksana kegiatan sekaligus ketua bidang sosial takmir masjid Manyar Ahmad Suhaili mengungkapkan tahun ini menerima sebanyak 96 peserta khitan, dimana 10 diantaranya masih bayi.
"Kami bekerjasama dengan klinik Mabarot Hasyimiyah NU Manyar yang telah membantu menyediakan 12 petugas kesehatan dan pelaksana khitan. Alhamdulillah tahun ini merupakan rekor peserta terbanyak, metode yang kami gunakan ialah khitan laser," terang pria yang akrab disapa Gus Suhail ini.
Hal senada diungkapkan ketua Pembangunan Masjid Jami' Manyar H. Musthofa. Menurutnya 1 Muharram merupakan salah satu hari raya umat Islam. Diungkapkannya kegiatan ini dulunya digagas oleh remas dan pengurus masjid, dimana memanfaatkan donasi dari warga sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, kini para donatur juga berasal dari perusahaan sekitar.
"Harapannya tetap berlanjut dan diteruskan oleh pemuda. Karena beberapa donatur sudah rutin dan menjadi donatur tetap. Bahkan diteruskan ke anak cucunya dalam menjadi donatur,"ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, salah satunya H. M. Ainul Yaqin ST.MT. Putra Bapak H. Musthofa yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Manyar. Dirinya menyambut baik kegiatan sosial berupa khitan masal yang menurutnya merupakan budaya tahunan warga Manyar. Bahkan Ainul Yaqin ikut memeriahkan kegiatan dengan membagikan es krim gratis kepada peserta khitan dan sepeda hias.
"Saya sangat senang dengan kegiatan sosial ini. Meskipun hanya membagikan eskrim, semoga mampu memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi peserta khitan sehingga meringankan rasa takut mereka. Saya berharap kegiatan ini bisa menguatkan silaturahmi antar warga, tidak hanya di wilayah Manyar namun bahkan wilayah lain," ujar politisi muda partai Nasdem ini.
Tak hanya khitan masal, kegiatan tersebut juga dimeriahkan pengobatan gratis ala Nabi. Para peserta khitan sebelumnya diarak menggunakan kereta kelinci dengan didiringi drumband dan sepeda hias. Peserta sepeda hias sendiri terdiri dari anak-anak sekitar Manyar, mereka memdapatkan hadiah alat tulis dari panitia. (rir/han)
Editor : Hany Akasah