RADAR GRESIK – Aktivitas pedagang hewan kurban musiman di Kabupaten Gresik terpantau masih sepi meski Hari Raya Iduladha 1447 H kian dekat. Berdasarkan kalender, hari besar umat Islam tersebut jatuh pada 27 Mei 2026, atau kurang dari dua pekan lagi.
Hingga awal Mei, jumlah lapak pedagang yang mendaftarkan diri ke Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik tercatat masih jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lokasi yang biasanya sudah dipenuhi hewan kurban, seperti kawasan PPS Suci dan sepanjang jalur menuju GKB, saat ini masih belum menunjukkan aktivitas signifikan.
Baca Juga: Jamin Kehalalan dan Kualitas Daging, Dispertan Gresik Gembleng Panitia Kurban soal Syariat Islam
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Gresik, drh. Viki Mustofa, mengungkapkan bahwa saat ini baru ada dua lapak pedagang yang secara resmi terdaftar di dinas. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok hewan kurban tetap tersedia melalui peternak lokal.
“Sejauh ini yang mendaftar lapak baru sekitar dua, yakni di Kecamatan Cerme dan Kebomas. Namun, untuk titik penjualan di kandang-kandang peternak, kami sudah mendata ada sekitar 62 lokasi,” jelas Viki, Senin (11/5).
Pihaknya memprediksi jumlah lapak akan terus bertambah seiring semakin dekatnya hari pelaksanaan kurban.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Dispertan Gresik Ingatkan Waspada PMK dan Kenalkan Layanan 'Sipoltak'
"Biasanya memang lebih banyak dari itu, mungkin karena masih awal jadi para pedagang belum mulai membuka lapak di pinggir jalan," imbuhnya.
Kabar baik bagi masyarakat Gresik, Dispertan memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di wilayahnya saat ini dalam kondisi aman. Hingga pertengahan 2026 ini, belum ditemukan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat mewabah pada tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai langkah preventif, Dispertan terus menggenjot vaksinasi. Hingga April 2026, tercatat sudah 10.000 hewan ternak yang mendapatkan vaksinasi PMK. Targetnya, angka ini akan naik menjadi 20.000 menjelang Idul Adha.
Baca Juga: Jamin Kehalalan dan Kualitas Daging, Dispertan Gresik Gembleng Panitia Kurban soal Syariat Islam
"Untuk vaksinasi kami pastikan aman dan tidak memengaruhi kualitas daging. Meskipun hewan divaksin hari ini lalu besok disembelih, dagingnya tetap aman dikonsumsi," tegas Viki.
Berkaca pada pengalaman akhir 2024 hingga awal 2025 di mana kasus PMK sempat melonjak, tahun ini kondisi dinilai jauh lebih terkendali. Peternak juga semakin selektif dalam memilih hewan yang akan dijual untuk kurban.
"Alhamdulillah sekarang tidak ada penemuan kasus. Peternak biasanya memilah hanya hewan yang kualitasnya bagus dan sehat untuk dijual sebagai hewan kurban. Yang kecil atau sakit biasanya mereka pisahkan," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah