Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Siap Serap Limbah Freeport, Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Baru

Hany Akasah • Sabtu, 3 Juni 2023 | 01:36 WIB
DUKUNG UMKM : Dubes Republik Indonesia untuk Jepang Heri Ahmadi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gresik guna melihat potensi UMKM berorientasi ekspor, kemarin. (Ist/Radar Gresik)
DUKUNG UMKM : Dubes Republik Indonesia untuk Jepang Heri Ahmadi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gresik guna melihat potensi UMKM berorientasi ekspor, kemarin. (Ist/Radar Gresik)
GRESIK-PT Petrokimia Gresik berencana membangun pabrik baru guna menyerap limbah asam sulfat dari fasilitas Smelter PT Freeport Indonesia di JIIPE. Proyek pabrik yang diberinama Phonska V itu kini terus dikebut persiapannya.

 

Vice President Komunikasi Korporat PT Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah mengaku pihaknya belum bisa secara detail menceritakan rencana pembangunan pabrik Phonska V karena masih dalam pembahasan internal. Kendati demikian, Rama (sapaan akrabnya) menyebut jika saat ini kebutuhan Pupuk NPK secara nasional maupun global masih cukup tinggi.

"Beberapa waktu lalu pernah disampaikan oleh direksi jika pabrik Phonska V ini akan dioperasikan dengan multi formula, sehingga lebih fleksibel memenuhi kebutuhan pasar," ujar Rama.

Begitu juga dengan rencana penyerapan produk asam sulfat dari PT Freeport Indonesia, pria yang pernah menyandang predikat duta wisata Kota Surabaya itu juga belum bisa menyampaikan secara tegas apakah nanti pabrik tersebut akan disiapkan untuk mengolah asam sulfat dari PT Freeport.

"Beberapa bulan lalu memang ada pertemuan antara manajemen Petrokimia Gresik dengan PT Freeport perihal ini. Namun sejauh ini kami masih belum melihat adanya Memorandum Of Understanding (MoU). Jadi nanti akan kami update," tandasnya.

 

Sebelumnya, Direktur PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan jika pembangunan pabrik Phonska V ini, satu dari tiga rencana bisnis strategis yang akan dijalankan Perusahaan.dalam tahun 2023. Apalagi dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 10/2022 disebutkan, pupuk bersubsidi hanya untuk pupuk Urea dan NPK. Sementara SP-36, ZA dan pupuk Organik yang merupakan produksi Petrokimia Gresik,.tidak lagi masuk dalam skema subsidi.

 

Sementara itu, Manager Technical Affairs dan Smelting Project Support PT Freeport Indonesia Erika Silva menyebut jika nantinya Smelter Gresik menghasilkan tiga limbah dari hasil produksi. Antara lain asam sulfat, terak tembaga, dan gipsum. Dirincikan, masing-masing jenis limbah tersebut akan terkumpul sebesar 1,5 juta ton per tahun untuk asam sulfat, 1,3 juta ton per tahun untuk terak tembaga, dan 150 ribu ton gipsum.

 

"Untuk asam sulfat rencananya akan ditampung oleh PT Petrokimia Gresik,” kata Erika.

 

Erika menyampaikan, meskipun Petrokimia Gresik berencana sebagai pembeli tunggal asam sulfat, perusahaan masih berupaya mencari opsi lain. Hal ini sebagai salah satu cadangan pembeli ke depannya. Namun untuk hasil kedua limbah lainnya, yaitu terak tembaga dan gipsum hingga kini masih dalam proses penjajakan pembeli. Biasanya gipsum dibutuhkan oleh perusahaan semen, sementara itu terak tembaga juga berpotensi untuk dimanfaatkan. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#Limbah pabrik #Freeport #pabrik di Gresik #Petrokimia Gresik #Phonska