Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyampaikan, pendampingan budi daya tanaman dijalankan perusahaan melalui Program Makmur. Petrokimia Gresik melakukan demplot padi di tujuh titik dengan rata-rata produktivitas yang meningkat hingga 25 persen dibandingkan dengan budi daya petani sebelumnya.
“Rata-rata hasil panen dari demplot Program Makmur ini mencapai 7,375 ton per ha. Sementara produktivitas padi di sini sebelumnya hanya 5,9 ton per ha,” kata Digna kepada Radar Gresik, Jumat (12/5).
PG juga melakukan pendampingan untuk pengolahan pascapanen. Petrokimia Gresik bekerja sama dengan kelompok tani dan BUMDes Keliki memberikan pelatihan pengolahan hasil panen, dan kini menghasilkan produk Beras Premium Dewi Sri Keliki.
Pada program ini, Petrokimia Gresik memberikan pelatihan dalam pengolahan gabah pascapanen, pemrosesan beras menjadi beras premium, pengurusan izin P-IRT, pembuatan dan pengelolaan media sosial untuk promosi produk dan agrowisata, pembuatan akun marketplace, serta pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran.
“Kami berharap budi daya demplot yang telah dilaksanakan ini dapat diduplikasi oleh petani padi lain di Kabupaten Gianyar, maupun petani di Bali. Sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat dirasakan oleh lebih banyak lagi petani serta mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Digna. (fir/han) Editor : Hany Akasah