Pelepasan ekspor produk rotan ke Jepang dilakukan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah di Selasar Koperasi Kriya Giri Sejahtera, Menganti pada Selasa, (12/04) kemarin.
Kegiatan dihadiri juga Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Atase Keuangan KBRI Tokyo, Asisten II Sekda Gresik, PT Garuda Indonesia, dan berbagi instansi daerah lainnya.
Kepala Seksi PLI Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, menyampaikan ini merupakan ekspor ke-22 hasil kolaborasi Bea Cukai dengan berbagai instansi daerah. Dalam pelepasan ekspor rotan ke Jepang kali ini, Diskoperindag Gresik bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia untuk mendapatkan diskon fasilitas biaya pengangkutan.
Nantinya kerajinan rotan asal Desa Domas ini akan dibeli dan sekaligus juga merupakan barang sample sebagai gerbang awal pembelian yang lebih besar dari Jepang.
“Rencananya Mei, akan ada perwakilan dari Jepang untuk berkunjung di Koperasi Kriya Giri Sejahtera. Tujuannya adalah untuk melakukan quality control dalam rangka pemenuhan kualitas yang diinginkan pasar Jepang,” jelas Eko Rudi.
Baca juga : Ekspor Rumput Laut Kering Asli Gresik Tembus Pasar Tiongkok
Baca juga : Bupati Lepas Ekspor Perdana Jeruk Nipis ke Malaysia dan Singapura
Sama halnya dengan produk kerajinan rotan, produk frozen food hasil produksi dari UD. Family Food yang dikirim hari ini merupakan produk awal untuk transaksi yang lebih besar di pengiriman berikutnya. Dari 40 ragam frozen food yang diproduksi, pembeli dari Malaysia menaruh minat pada 17 produk.
“Untuk Malaysia ini rencananya nanti di akhir April akan datang dalam rangka negoisasi untuk transaksi yang potensinya senilai 9 Milyar dengan volume barang sebanyak 1 kontainer ukuran 20 feet,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyebutkan, ekspor ini sejatinya merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak, serta sebuah bentuk motivasi untuk pelaku UMKM yang lain, disamping juga sebagai momentum penting dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Gresik paska pandemi Covid-19.
“Kabupaten Gresik sudah mengekspor beberapa komoditas UMKM, dan ini tentunya merupakan suatu motivasi tersendiri kepada pelaku UMKM Kabupaten Gresik yang lainnya untuk memberikan kualitas yang terbaik, sehingga hasil dari UMKM mereka nanti bisa di ekspor ke negara lain,” ujar Wabup.
Bu Min mengajak semua elemen untuk bisa memberikan dorongan kepada pelaku UMKM Gresik baik berupa pembinaan maupun permodalan, sehingga akan muncul UMKM-UMKM andalan Gresik yang hasil produksinya berkualitas dan go internasional.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian kita saat ini, tetapi kita harus selalu meningkatkan kualitas produksi yang ada di Kabupaten Gresik sehingga bisa mencapai kelas dunia,” pungkasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah