Kolaborasi Pegadaian dengan Pemkab Gresik dikemas dalam acara Webinar Inspirasi Emas Pegadian Area I Surabaya #Punya Rencana. Tema yang dipilih dalam kegiatan tersebut yakni Adaptasi Bisnis Di Era Pandemi.
Kegiatan yang berlangsung 90 menit itu dihadiri oleh Deputi Area I Surabaya, Muhammad Choyin, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah dan Kepala Pegadaian Cabang Bratang, Ida Wahyu Prihatini.
Dalam sambutannya, Deputi Area I Surabaya, Muhammad Choyin mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun lalu membuat banyak pelaku usaha yang tidak bisa bertahan. Hal itu diakibatkan mereka tidak memiliki persiapan matang saat bisnis mengalami kontraksi. Untuk itu Pegadaian hadir guna memberikan solusi melalui berbagai produk yang dimiliki.
“Masyarakat perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai investasi dari mulai yang kecil. Kami memiliki berbagai produk yang bisa mendukung usaha salah satunya melalui tabungan emas dan mulia,” kata M. Choyin.
Dia berharap besarnya akses masyarakat dalam memperoleh informasi terkait produk Pegadaian dapat membantu aktivitas usaha masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Pegadaian hadir 120 tahun untuk senantiasa mendukung masyarakat agar perekonomiannya tetap stabil. Sesuai dengan tagline mengatasi masalah tanpa masalah,” imbuhnya.
Kepala Pegadaian Cabang Bratang, Ida Wahyu Prihatini menambahkan, selama pandemi Pegadaian memiliki tiga produk unggulan dalam menjaga perekonomian masyarakat. Antara lain produk Gadai Umi (Ultra Mikro), Produk Gadai Peduli dan Produk Tabungan Emas.
Adapun program Gadai Umi merupakan program perluasan layanan mikro melalui penyaluran pinjaman dengan sistem gadai untuk kebutuhan produktif dengan plafon kredit sampai Rp 10 juta.
“Keunggulan program ini diantaranya pelaku usaha setelah menerima pinjaman juga Aaan mendapatkan pendampingan melalui workshop dan sosialisasi. Serta diskon sewa modal hingga 45 persen,” papar Ida.
Di samping itu, Pegadaian juga memiliki produk Gadai Peduli yang merupakan program relaksasi produk gadai baik emas maupun non emas dalam bentuk diskon administrasi dan diskon sewa modal di Pegadaian. Keunggulan produk ini yaitu nasabah bisa meminjam yang Rp 1 juta ke Pegadaian dengan kurun waktu 90 hari tanpa dikenakan sewa modal.
“Program Gadai Peduli merupakan bentuk komitmen Pegadaian dalam mendukung perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ida juga menyampaikan jika pihaknya memiliki produk tabungan emas. Dalam produk ini ada 3 program yang bisa dipilih masyarakat, antara lain produk cicil emas yang bisa dibeli oleh perorangan (personal), dibeli dengan asuransi dan dibeli dengan skema arisan.
“Keunggulan produk tabungan emas Pegadaian ini selain tingkat karatasi mencapai 24 karat, angsuran yang dibayarkan juga tetap hingga lunas. Nah, masyarakat yang ingin membeli produk cicil emas ini cukup membayar uang muka 10-15 persen dengan tenor hingga 36 bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, Pandemi Covid 19 membuat masyarakat harus beradaptasi dengan banyak hal baru. Untuk itu perancanaan financial yang bagus akan membuat bisnis terus terus berjalan meskipun akan mengalami kontraksi.
“Pandemi kadangkala menjadikan orang salah dalam meminjam modal. Sehingga membuat mereka semakin terpuruk. Kami terus berupaya membantu masyarakat agar menghindari intrumen pinjaman yang bisa membuat mereka semakin terjerumus ke dalam jurang hutang,” kata Bu Min (sapaan akrabnya).
Oleh sebab itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya agar perekonomian masyarakat tetap survive saat Pandemi. Salah satunya dengan menyiapkan berbagai program bantuan permodalan mulai dari Gresik Jagoan dan Bunda Puspa.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pegadaian yang selama ini banyak membantu masyarakat di Gresik agar tidak sampai hutang ke rentenir. Disamping juga pemerintah daerah memiliki bank daerah yang memberikan pinjaman lunak dengan bunga ringan dan bisa diangsur dengan tenor yang panjang,” pungkasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah