Pantauan di lapangan, api mulai terlihat membumbung tinggi sekitar pukul 12.10 WIB atau saat para karyawan sedang keluar pabrik untuk istirahat. Besarnya api ditambah banyaknya produk yang terbuat dari plastik membuat enam gudang milik PT Gunung Agung Sentosa langsung ludes hanya dalam hitungan menit. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sistem proteksi kebakaran perusahaan sehingga membuat si jago merah semakin sulit dikendalikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga melalui Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran, Bakti Darmawan mengatakan, pihaknya menerima adanya laporan kebakaran sekitar pukul 12.30 dari pihak keamanan perusahaan. Selanjutnya laporan tersebut diteruskan ke Posko Damkarla Menganti dengan menerjunkan dua unit armada damkar.
“Api yang membakar gudang produk jadi ini sangat besar akhirnya kami harus meminta bantuan ke posko utama Damkar kota," kata Bakti.
Berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api, termasuk mengerahkan lima unit armada Damkar milik Pemkab Gresik ditambah 3 unit Damkar milik perusahaan sekitar. Namun besarnya di jago merah membuat para personel Damkar kewalahan.
"Kami sangat menyesalkan banyak pabrik di wilayah Gresik yang tidak memiliki hydrant. Sehingga saat terjadi kebakaran sangat menyulitkan kami dalam melakukan penanggulangan secara cepat," keluhnya.
Atas hal itu, lanjut Bhakti, pihaknya langsung memberikan teguran keras kepada pemilik pabrik. Sehingga kedepan apabila pabrik beroprasi kembali agar memperhatikan sistem proteksi kebakaran. Disamping itu, Bhakti menilai adanya sistem kebakaran juga akan memberikan rasa aman kepada para karyawan serta meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar saat terjadi peristiwa kebakaran.
"Inilah alasan utama kami ingin melakukan inspeksi ke pabrik di Gresik. Karena meskipun pabrik tersebut memiliki omset puluhan miliar namun tidak ada yang menjadikan musibah kebakaran sebagai hal yang prioritas," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Menganti, AKP Inggit mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. Namun dipastikan kerugian yang diderita perusahaan mencapai miliaran rupiah.
"Penyebab kebakaran sementara nanti menunggu tim labfor dari Polda Jatim untuk olah TKP," ujarnya.(fir/han)
Editor : Hany Akasah