RADAR GRESIK – Sekolah Dasar (SD) Nahdlatul Ulama (NU) Nurul Ishlah Gresik mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertema "Petualangan Ceria Menjadi Anak Hebat".
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru, sekaligus menanamkan pendidikan karakter sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7).
Antusiasme tinggi terlihat dari para siswa baru yang datang dengan diantar orang tua mereka. Tingginya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SD NU Nurul Ishlah sebenarnya sangat besar. Namun, keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah terpaksa membatasi jumlah kuota peserta didik baru.
Baca Juga: Gus Yani Buka MPLS Ramah Sekaligus Launching Sekolah Moderasi Beragama di UPT SMPN 1 Gresik
Kepala SD NU Nurul Ishlah Gresik, Imamatul Falikhah, mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran ini sekolah hanya membuka empat rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 28 siswa.
“Setiap rombel berisi 28 siswa. Sebenarnya peminat yang ingin masuk sangat banyak, bahkan ada sekitar 240 calon siswa yang sudah mengantre. Namun kami tidak bisa menerima semuanya karena keterbatasan ruang kelas,” kata Imamatul, Senin (13/7).
Menurutnya, suasana penyambutan siswa baru tahun ini dibuat berbeda. Pihak sekolah sengaja melibatkan siswa kelas V dan VI untuk menyambut adik-adik kelas mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk penanaman rasa kasih sayang, kepedulian, dan kekeluargaan sejak hari pertama.
Baca Juga: Rayakan Kelulusan, SD NU Nurul Ishlah Luncurkan Buku Karya Siswa dan Resmikan Madin Baru
“Kami menghadirkan kakak kelas lima dan enam untuk menyambut adik-adiknya agar mereka merasa diterima dan disayangi sejak pertama kali datang ke sekolah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Imamatul menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS akan berlangsung selama satu pekan. Tiga hari pertama kegiatan difokuskan penuh bagi peserta didik baru, sedangkan mulai hari Kamis, seluruh siswa dari kelas lain akan kembali aktif mengikuti kegiatan di sekolah.
Pada hari pertama, sekolah juga menggelar sosialisasi bersama wali murid mengenai program sekolah, kurikulum, hingga kebijakan baru terkait penerapan lima hari sekolah.
Baca Juga: Momentum Muharram Berbagi 1448 H, RUPS MUI Gresik Salurkan Santunan di Rumah Yatim Al Firman
Mulai tahun ajaran ini, SD NU Nurul Ishlah resmi menerapkan sistem belajar dari hari Senin hingga Jumat. Sementara hari Sabtu dan Minggu didedikasikan sebagai waktu bagi siswa untuk beristirahat dan berkegiatan bersama keluarga.
Selama masa orientasi, para peserta didik baru diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas sekolah. Mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, kantin, hingga fasilitas terbaru berupa ruang broadcast yang disiapkan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa sejak usia dini.
Kegiatan MPLS tahun ini sekaligus mendukung gerakan MPLS Ramah 2026 yang mengedepankan prinsip aman, inklusif, menyenangkan, serta berpihak pada anak. Konsep petualangan ceria ini menjadi pijakan awal dalam menanamkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sehingga pendidikan karakter diwujudkan melalui pengalaman nyata.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SD NU Nurul Ishlah berharap dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia.
“Sekolah menargetkan agar pengalaman pertama anak di lingkungan pendidikan menjadi momen yang membahagiakan, menghargai keberagaman, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membangkitkan semangat belajar sebagai bekal menempuh jenjang pendidikan dasar,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah