Gus Yani Buka MPLS Ramah Sekaligus Launching Sekolah Moderasi Beragama di UPT SMPN 1 Gresik

RADAR GRESIK - UPT SMP Negeri 1 Gresik resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026).
Momentum hari pertama masuk sekolah ini terasa spesial lantaran dirangkaikan dengan launching (peluncuran) UPT SMPN 1 Gresik sebagai Sekolah Moderasi Beragama.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah setempat ini dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang bertindak sebagai pembina upacara.
Baca Juga: Kejar Target Tuntas 2028, Dispendik Gresik Percepat Perbaikan 75 Ruang Kelas SMPN yang Rusak
Dalam amanatnya, Bupati Fandi Akhmad Yani berpesan agar para siswa baru memanfaatkan momentum ini untuk cepat beradaptasi serta mencari teman sebanyak-banyaknya. Pria yang akrab disapa Gus Yani ini juga meminta kepada para kakak kelas atau senior untuk selalu sigap membantu adik-adik kelasnya dengan penuh keramahan.
"Jadikan momen ini sebagai momen yang seru untuk bermain dan belajar di lingkungan sekolah, mengenal fasilitas, teman baru, serta para guru. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang aman, tempat belajar, dan saling mengenal satu sama lain. Mudah-mudahan MPLS Ramah ini berjalan lancar tanpa adanya perpeloncoan," pesan Gus Yani.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetya, menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini memang memiliki penekanan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sesuai dengan regulasi Permendikbud, pelaksanaan MPLS 2026 mengedepankan aspek ramah anak, aman, dan menyenangkan bagi siswa baru untuk mengenali lingkungan belajarnya yang baru.
Terkait peluncuran Sekolah Moderasi Beragama, Beri memaparkan bahwa predikat ini diraih setelah melalui proses assessment (penilaian) dari Kementerian Agama (Kemenag). UPT SMPN 1 Gresik dinilai sebagai sekolah yang sangat majemuk dan memiliki tingkat keberagaman (diversity) yang tinggi. Dari total 960 siswa kelas 7, 8, dan 9, serta didukung 70 guru dan tenaga kependidikan, latar belakang agamanya sangat variatif.
"Di UPT SMPN 1 Gresik ini siswanya sangat beraneka ragam. Ada yang beragama Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, dan tentunya umat Islam sebagai yang terbesar. Tidak hanya siswanya, tenaga pendidiknya pun lengkap perwakilan dari semua agama tersebut," ungkap Beri.
Ia menambahkan, komitmen toleransi di SMPN 1 Gresik tidak sekadar teori. Pihak sekolah memfasilitasi ruang ibadah khusus yang representatif bagi masing-masing pemeluk agama, sehingga tidak hanya menyediakan musala bagi siswa muslim. Langkah ini diambil agar sejak dini siswa mampu menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai antarpemeluk agama.



