GRESIK-Penantian masyarakat Kabupaten Gresik untuk berwisata di kota tua dengan menggunakan bus tanpa atap tidak lama lagi akan segera terwujud. Saat ini Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekafbudpora) Pemkab Gresik tengah melakukan berbagai persiapan sebelum bus wisata beroprasi untuk masyarakat.
Kepala Bidang Pariwisata Disparekrafbudpora Pemkab Gresik, Anis Nurul Aini mengatakan, ada beberapa tahap persiapan yang kini telah dilakukan oleh Pemkab Gresik jelang beroperasinya bus wisata Bandar Grissee untuk umum. Persiapan tersebut antara lain, penataan kabel udara, penambahan infrastruktur penunjang wisata hingga penentuan tarif bus untuk sekali jalan.
"Untuk tarif kemarin kami sudah mengusulkan ke Bagian Hukum Pemkab Gresik sebesar Rp 5.000 untuk wisatawan lokal. Tarif ini untuk sekali jalan melintasi 7 ruas wisata Bandar Grissee. Namun tarif ini masih bersifat usulan belum final," kata Anis.
Baca Juga: Nikmati Berkeliling Di Wisata Heritage Bandar Grissee dengan Bus Tanpa Atap
Dia tidak menampik jika animo masyarakat kota wali untuk memanfaatkan transportasi wisata bus tanpa atap ini cukup tinggi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus mempersiapkan segala infrastruktur penunjang agar pada saat di buka untuk umum tidak crowded. Adapun infrastruktur yang saat ini tengah dikaji mulai dari halte bus, pemilihan rute, sistem pembelian tiket hingga pola pengaturan antrian penumpang.
"Karena jumlah bus hanya satu, kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar merasa aman dan nyaman saat berwisata. Sebab, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang hadir akan ikut membawa serta keluarga dalam jumlah yang banyak untuk sekali perjalanan," imbuhnya.
Selain itu, Pemkab Gresik saat ini juga tengah melakukan penataan ruas jalan yang akan dilewati bus. Sebab selain masih banyaknya kabel udara, pada rute yang dilalui juga terdapat kendaraan parkir sembarang milik masyarakat sekitar. Hal ini secara otomatis akan menganggu operasional bus dan mengakibatkan waktu tunggu menjadi lebih lama.
"Untuk kabel yang diudara sudah dipetakan oleh DPUTR. Ada kabel yang dimasukkan ke dalam tanah atau ada yang memang diputus atau dialihkan ke area lain yang tidak menganggu operasional bus. Semua persiapan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, apalagi jika kabel dimasukkan ke dalam saluran ducting, tentu akan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama," pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah