"Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kami telah mengalokasikan anggaran Rp 200 juta untuk penghijauan kawasan heritage," ujarnya.
Menurut dia, nantinya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk berkolaborasi menjadikan kawasan heritage menjadi destinasi wisata. "Mulai Diskoperindag, DLH dan dinas - dinas lain akan saling berkolaborasi," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Sekda Gresik Ahmad Wasil. Sesuai perencanaan nantinya pohon yang ditanam berakar tunggal dan menjalar ke bawah tanah. Sehinga tidak merusak konstruksi. "Bisa tanaman palem atau yang lainnya," ungkapnya.
Baca juga : Proyek Pembangunan Gresik Kota Lama, Drainase dan Paving Diperbaiki
Sebelumnya, kalangan dewan menyoroti pembangunan kawasan heritage yang terlihat gersang tanpa penghijauan. Pasalnya, pohon yang ada sebelumnya telah dibabat habis oleh kontraktor. "Kami sudah pernah meminta kepada Dinas Cipta Karya agar penghijauan masuk di rencana pembangunan. Tapi ternyata tidak ada," ungkap anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi. (rof/han) Editor : Hany Akasah