Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Gresik Hadirkan Prolanis Muda, Langkah Proaktif Cegah Komplikasi di Usia Produktif

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Inivasi : Suasana pelayanan peserta BPJS Kesehatan Gresik. (Fajar/Radar Gresik)
Inivasi : Suasana pelayanan peserta BPJS Kesehatan Gresik. (Fajar/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Tren penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus kini tidak lagi didominasi oleh kelompok lansia. Pola hidup yang kurang sehat memicu pergeseran risiko ke generasi muda.

Menanggapi fenomena tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Gresik menggencarkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang kini menyasar peserta di bawah usia 45 tahun atau disebut Prolanis Muda.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan bahwa program ini merupakan pendekatan proaktif yang terintegrasi bagi penyandang Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 dan Hipertensi (HT). Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga pemeliharaan kesehatan yang komprehensif.

“Aktivitas dalam program ini mencakup konsultasi kesehatan, pelayanan obat rutin setiap bulan, pemeriksaan penunjang seperti hemoglobin dan gula darah, hingga edukasi dan senam prolanis,” ujar Janoe.

Prolanis Muda secara khusus dikembangkan untuk pasien di bawah 45 tahun yang masih aktif bekerja. Tujuannya adalah agar kondisi kesehatan mereka tetap terkendali dan tidak memburuk.

Advertisement

“Jika tidak dikontrol sejak dini, risiko jangka panjangnya sangat serius. Bisa memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal,” tambah Janoe.

Untuk bergabung, peserta cukup melakukan skrining riwayat kesehatan. Jika hasil skrining menunjukkan kategori berisiko, peserta akan dirujuk untuk pemeriksaan klinis lebih lanjut. Apabila terdiagnosa DM atau HT, peserta akan langsung diikutkan dalam seluruh rangkaian aktivitas Prolanis.

Kepala Puskesmas Metatu, dr. Rosari Asna Yunani, membenarkan bahwa faktor gaya hidup menjadi pemicu utama munculnya penyakit kronis di usia muda. Kebiasaan begadang hingga konsumsi makanan tidak bergizi meningkatkan risiko penyakit berat di masa depan.

“Generasi muda saat ini banyak yang tidur larut malam dan konsumsi makanan yang tidak sehat. Dampaknya, risiko gagal ginjal dan jantung koroner semakin besar,” ungkap dr. Rosari.

Ia mengimbau generasi muda di Gresik untuk aktif melakukan pencegahan tanpa harus menunggu gejala parah muncul. Skrining kesehatan kini sangat mudah dilakukan melalui aplikasi mobile JKN, chat WhatsApp PANDAWA (0811 8 165 165), serta Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat. 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Semangat Pengabdian untuk Umat, MUI Gresik Gelar Halaqah Pengembangan Organisasi

Semangat Pengabdian untuk Umat, MUI Gresik Gelar Halaqah Pengembangan Organisasi

MUI Kabupaten Gresik menggelar Halaqah Pengembangan Organisasi sebagai ruang diskusi internal untuk menyatukan visi dakwah demi kemaslahatan umat.

Police Goes To School: Satlantas Polres Gresik Ajarkan Siswa Safety Riding hingga Simulasi PPGD

Police Goes To School: Satlantas Polres Gresik Ajarkan Siswa Safety Riding hingga Simulasi PPGD

Suasana Aula SMA Negeri 1 Gresik tampak berbeda dari biasanya. Ratusan pelajar dari jenjang SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Gresik berkumpul untuk mengikuti simulasi penanganan korban kecelakaan lalu lintas dalam kegiatan

Kawal Program MBG di Gresik, DPRD Lakukan Monitoring untuk Tekan Stunting dan Tingkatkan Kualitas SDM

Kawal Program MBG di Gresik, DPRD Lakukan Monitoring untuk Tekan Stunting dan Tingkatkan Kualitas SDM

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Khomsatun dan Subadi, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengawasan penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M). Langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan k

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer